Latest News

news/cate1

Lifestyle & Entertainment

lifestyle/cate2

Reviews

review/cate3

Interviews

interview/cate4

Celebrities

celeb/cate5

Trailers

trailer/cate6

Movie Database

review

(Review) A Simple Favor

No comments
"A Simple Favor" adalah cerita yang cukup rumit untuk diseimbangkan. Sebuah thriller yang diceritakan dengan nuansa humor yang umum (bahkan terkadang kasar). Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, yang menghasilkan film yang sangat serius, atau berusaha menjadi "relevan", atau - lebih buruk - membosankan.



PLOT: A SIMPLE FAVOR, disutradarai oleh Paul Feig, berpusat disekitar Stephanie (Anna Kendrick), seorang ibu vlogger yang mencoba untuk mengungkap kebenaran dibalik sahabatnya Emily (Blake Lively) yang menghilang secara tiba-tiba dari kota kecil mereka.

REVIEW: Paul Feig memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sangat berbeda setelah mengarahkan reboot Ghostbusters para wanita, yang bisa dibilang tidak berjalan sesuai rencana. Untuk bangkit, ia memutuskan untuk menangani adaptasi dari novel thriller penuh twist dari penulis Darcey Bell dan menanggalkan kebiasaan "komedi"-nya. Dia melakukan sesuatu yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. hasilnya? A Simple Favor mungkin adalah film terbaik Feig sejauh ini. Ini adalah film thriller yang sangat stylish dan menyenangkan yang mungkin akan membuat Alfred Hitchcock bangga.

A Simple Favor dimulai dengan cukup sederhana. Berpusat di sekitar Stephanie (Anna Kendrick), seorang ibu tunggal yang menjalankan vlog sederhana sebagai pekerjaan sampingan bagi ibu-ibu lainnya. Dari sana dia berteman dengan Emily (Blake Lively), yang merupakan kebalikannya. Pakaian mewah, pekerjaan mewah, suami ideal, rumah dan kehidupan yang tampak sempurna. 


Tetapi seiring dengan bertumbuhnya persahabatan mereka, Stephanie melihat beberapa retakan yang ada dalam keberadaan idealis Emily. Segalanya menjadi sangat rumit ketika Emily menghilang tanpa jejak. Stephanie menjadikan itu sebagai misinya untuk mengungkap kebenaran dibalik kepergian sahabatnya yang mendadak, sambil melakukan yang terbaik untuk menghibur suami Emily, Sean (Henry Golding), yang datang dengan serangkaian masalahnya sendiri.

Sampai titik ini, Paul Feig dikenal terutama karena eksploitasi komedinya dan bekerja bersama aktor wanita. Kedua elemen itu masih sangat penting untuk film ini dan ada sesuatu tentang caranya menangani karakter wanita yang menjadi keunggulannya, namun ini adalah thriller dingin yang penuh dengan twist dan kejutan. Sungguh, film ini memiliki banyak twist didalamnya dan, rasanya seperti banyak sekali, tetapi semuanya mengarah ke satu tujuan. Memang Sengaja dibuat seperti itu. Ini bukan dibuat mengejutkan hanya sebagai kejutan semata. Di situlah thriller seperti ini benar-benar bisa kehilangan arah dan film ini berada di jalur yang benar dalam hal tersebut.


Ini sama sekali bukan hal yang mungkin ada dibenak Paul Feig, tetapi pada akhirnya dia melakukannya dengan sangat baik. Dengan begitu, ini masih terasa seperti salah satu filmnya. Tetap penuh jenaka, meskipun terkadang humornya tidak penting, tetapi juga tidak mengganggu. Skalanya cukup seimbang. Dari nada filmnya, terasa seperti Gone Girl dicampur dengan Gossip Girl, dan meskipun terdengar aneh, namun benar-benar berhasil. Dari segi tampilan secara keseluruhan, gaya pembuatan filmnya terbilang stylish. Jika Anda pernah melihat Feig, dia adalah pria yang selalu mengenakan three-piece suits kemanapun dia pergi. Dan film ini memang terasa seperti film yang dibuat oleh seorang pria dengan three-piece suits keren. Itu mungkin cara terbaik untuk menjelaskannya.


Anna Kendrick dan Blake Lively adalah dua pemeran utama yang sempurna untuk ini. Kendrick memiliki banyak talenta dan kita semua tahu itu selama bertahun-tahun. Dia bisa bernyanyi, lucu, imut, serius. Semua bisa dilakukannya dan dia punya banyak kesempatan untuk menunjukkan bakat-bakat tersebut. A Simple Favor hanyalah kesempatan lainnya yang sempurna untuknya. Sementara untuk Lively, dia juga kerap menunjukkan bakatnya selama bertahun-tahun, tetapi dia jarang mendapatkan kesempatan untuk benar-benar bersinar. 


Dia menghilang kedalam peran ini dan, tak perlu diragukan, ini adalah penampilan terbaiknya dalam menunjukkan kemampuan aktingnya hingga saat ini. Henry Goulding, yang baru-baru ini juga mendapat peran bagus dalam Crazy Rich Asians, membantu memperkuat posisinya sebagai bintang masa kini dalam peran menarik lainnya.

Ini akhirnya menjadi film yang sangat dinikmati di semua fase. Diperankan dengan baik, dibuat dengan teliti, lucu, menarik, tak terduga, temponya pas, dan sangat menghibur. A Simple Favor bukan hanya film yang dibutuhkan Paul Feig untuk bangkit, film ini juga membutuhkannya. Jangan sampai Anda melewatkan film terbaru dari Lionsgate ini.



news

Patrick Stewart Akan Menjadi Bosley Di Charlie's Angels Baru

No comments
Reboot Charlie Angels yang akan datang tidak akan memiliki satu, melainkan dua versi Bosley. Karakter yang memainkan peran penting baik dalam versi TV dan film dari waralaba, karena dia adalah pria (atau wanita) yang menghubungkan para agen dengan petinggi Townsend tempat mereka bekerja. Dalam hal ini, sang Bosley akan dimainkan oleh Patrick Stewart.



Menurut laporan baru, Patrick Stewart sedang bernegosiasi untuk bergabung dengan para pemain yang telah ditunjuk, dengan disutradarai oleh Elizabeth Banks (Pitch Perfect 2). Yang cukup menarik, Banks, selain mengarahkan, juga akan memainkan versi Bosley di Charlie's Angels yang baru. Indikasinya adalah bahwa Banks akan memainkan versi yang menangani trio anggota cast baru, sementara Stewart akan memainkan versi yang berbeda dari karakter, mungkin menangani salah satu tim angels lain yang berada di tempat lain di dunia. Bagaimanapun, kita akan memiliki dua Bosley yang bertolak belakang kali ini.

Mantan bintang Twilight Kristen Stewart, bintang Power Rangers Naomi Scott, yang juga akan tampil sebagai Jasmine di Aladdin live tahun depan, dan pendatang baru Ella Balinska telah berperan sebagai Charlie's Angels yang baru. Peran ini sebelumnya dimainkan oleh Cameron Diaz, Drew Barrymore dan Lucy Liu dalam sepasang film aksi langsung yang disutradarai oleh McG di awal 2000-an. Yang pertama menampilkan Bill Murray sebagai Bosley, dengan almarhum Bernie Mac melangkah untuk memainkan bagian dalam sekuel, Full Throttle. David Doyle merupakan pemeran karakter Bosley pertama pada serial TV 1970-an.
Ini hanyalah proyek lain untuk Patrick Stewart yang terus mencari cara agar tetap sibuk. Dia pensiun sebagai Charles Xavier di Logan tahun lalu, tetapi aktor tersebut baru-baru ini menandatangani untuk memerankan kembali perannya sebagai Jean-Luc Picard dalam seri Star Trek baru untuk CBS All Access. Dia juga akan membintangi film King Arthur, The Boy Who Would Be King, di samping kerja mengisi suaranya yang terus berlanjut di acara seperti American Dad. Stewart jelas benar-benar tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, juga tidak tampak menjadi masalah baginya untuk tetap fit, meskipun berusia 78 tahun. 



Bagaimana kedua versi Bosley akan dimanfaatkan? Itu masih harus dilihat. Mungkin versi Patrick Stewart akan berakhir menjadi lebih dari seorang cameo, dengan versi Elizabeth Banks dari karakter yang melakukan pekerjaan berat. menjadikannya spekulasi murni pada saat ini. Banks juga ikut menulis naskah untuk reboot baru ini dengan Jay Basu (the girl in the Spiders Web). Bank juga berproduksi bersama suaminya, Max Handelman. 

Sony saat ini memiliki tanggal rilis yang ditetapkan untuk 27 September 2019, yang berarti pembuatan film harus dilakukan dengan sangat cepat.


JM Instagram
news

Bryan Singer Siap Sutradarai Serial TV Red Sonja

No comments
Setelah upayanya yang terbilang gagal bersama para pahlawan dalam beberapa film X-Men, sutradara Bryan Singer sedang dalam pembicaraan untuk mengarahkan adaptasi Red Sonja. Karakter spin-off dari Conan the Barbarian, adaptasi ini diharapkan dapat memanfaatkan kesuksesan Wonder Woman milik Warner Bros.



Terinspirasi dari cerita pendek karya penulis asli Conan the Barbarian, Robert E. Howard, Red Sonja membuat debut resminya dalam komik Conan di awal tahun 70-an, dan akhirnya mendapatkan buku spin-off nya sendiri tak lama kemudian. Dia adalah pendekar yang menggunakan pedang (kadang disebut sebagai "She-Devil with a Sword") dalam cerita fiksi Hyborean Age karangan Howard bersama Conan the Barbarian yang membalas dendam pada sekelompok perampok yang membunuh keluarganya.

Kini, setelah menyelesaikan bagiannya dari pertarungan pedang dalam Jack the Giant Slayer (2013), Singer sedang dalam pembicaraan untuk mengarahkan karyanya sendiri pada karakter yang sudah lama berjalan.

Meskipun hanya ada sedikit detail mengenai adaptasi Red Sonja, penulis naskah Ashley Miller (X-Men: First Class, Big Trouble in Little China) telah dikonfimasi untuk menulis skenario Red Sonja, dengan produksi Millennium, menurut THR. 



Millennium telah terpikat pada proyek ini selama hampir 10 tahun, setelah mencoba untuk memproduksi film ini pada tahun 2008 lalu dengan sutradara Robert Rodriguez dan Rose McGowan sebagai pemeran utama, tetapi pada akhirnya gagal. Ini membuka pintu untuk Singer - yang bukan hanya dipecat oleh Fox karena menolak untuk hadir di set saat menyutradarai biopic Freddie Mercury, Bohemian Shapsody, tetapi juga dilepas oleh agensinya, WME - akibat menegosiasikan kesepakatannya sendiri dengan bantuan pengacaranya.
Singer menghadapi serangkaian publisitas negatif pada tahun lalu, terutama sejumlah tuduhan pelecehan seksual, yang berefek langsung dengan beberapa keputusan Millennium untuk mempekerjakannya. Semenjak reaksi eksplosif menyusul gerakan #MeToo - mengakhiri karir semua orang dari Harvey Weinstein hingga Kevin Spacey - ada sedikit penurunan dalam kebijakan zero-tolerance (tak ada toleransi) Hollywood untuk pelecehan seksual. Bahkan kini mulai terasa ada pilih-kasih, dimulai dengan A Star is Born yang diproduksi oleh Jon Peters, yang dituduh melakukan pelanggaran seksual pada tahun 2006.

Laporan menyatakan Bryan Singer sedang dalam pengembangan adaptasi Serial TV R-rated dari Red Sonja, dimana itu berarti film ini menargetkan untuk tampil di jaringan kabel seperti HBO, Showtime, Starz ataupun Netflix Streaming Service.



Sekarang, dengan Singer yang hanya mendapat semacam peringatan atau hukuman ringan menyusul tuduhan yang didapatnya, ini menimbulkan pertanyaan apakah kelonggaran yang lain akan menyusul - belum setahun sejak gerakan #MeToo dimulai. Ditambah, banyak comic book fans diluar sana yang percaya bahwa Singer bukan pilihan tepat untuk proyek Red Sonja mengingat karyanya membawa X-Men di layar lebar.


JM Instagram
news

Lihat Serunya Labirin Stranger Things di Hollywood Horror Nights

No comments
Halloween Horror Nights segera hadir, dan tahun ini, Universal Studios menambahkan atraksi terbaru bertema Stranger Things untuk memikat lebih banyak pengunjung dari seluruh dunia. Di tahun 2016, Matt dan Ross Duffer (yang juga dikenal sebagai Duffer Bersaudara, secara profesional) menciptakan serial science fiction Stranger Things, dimana dalam season pertama bercerita tentang sekelompok anak-anak (dan orang dewasa, dalam hal ini) yang mencari seorang anak lelaki yang hilang di Hawkins, Indiana.



Masalahnya, bocah itu, Will Byers, tidak menghilang begitu saja; dia diculik oleh monster yang disebut Demogorgon oleh anak-anak lainnya. Menggabungkan monster kedalam kisah misteri yang memikat, dan ditambah dengan sejumlah kiasan fiksi ilmiah dari era 70-an dan 80-an, Netflix punya serial luar biasa di tangan mereka. Selain mengkonsolidasikan berbagai aspek sci-fi menjadi satu properti, Stranger Things juga diwarnai dengan nuansa horor didalamnya - dan elemen khusus itulah yang coba dieksploitasi oleh Universal Studios.

Untuk Halloween Horror Nights tahun ini, Universal Studios Hollywood, Universal Orlando Resort, dan Universal Studios Singapore akan menyertakan labirin Stranger Things kedalam acara khusus tahunan mereka, yang menjadi gagasan dari creative-director John Murdy. Sebelum labirin dibuka untuk umum pada tanggal 14 September, beberapa tamu diberikan kesempatan untuk menghadiri tur behind-the-scenes labirin di Hollywood. Ini bocoran yang kami dapat tentang atraksi terbaru itu:


  • Ini pertama kalinya labirin Horror Nights dibangun diatas panggung, sehingga memungkinkan vertikalitas yang lebih besar di Hawkins Lab dan ini dibangun di panggung Family Feud.
  • Labirin ini dibuat berdasarkan Stranger Things season pertama. Mereka sempat berpikir untuk memasukkan season kedua, tetapi berfokus kepada satu, alur cerita tunggal membuat pengalaman yang lebih mendalam. 
  • Ini semacam petualangan sepanjang season pertama, yang dimulai dengan menghilangnya Will dan diakhiri dengan Eleven mengalahkan sang Demogorgon di ruang kelas sains sekolah. Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan mengunjungi rumah keluarga Byers (melewati kamar tidur Will dan juga ruang tamu dimana Joyce mencoba berkomunikasi dengan Will), Hawkins Lab (dimana dunia Upside-Down mulai terhubung dengan dunia kita), dan banyak lokasi penting lainnya.
  • Pengunjung juga akan melihat bermacam-macam objek, seperti sepeda milik Will, tergeletak begitu saja.
  • Dan untuk lebih meningkatkan kedalaman labirin serta hubungannya dengan serial Netflix itu, Universal menjiplak lantai yang sama, wallpaper, dll seperti yang kita lihat di serial TV. Bahkan kertas latar belakang di bagian Upside-Down diambil langsung dari serialnya. Untuk memastikan semuanya akurat, lebih dari 40.000 gambar dari serial itu dikirim sebagai referensi.

  • Selain itu, setiap suara yang terdengar di labirin juga diambil langsung dari serial TV.
  • Menurut Mundy, mendapatkan Upside-Down yang tepat mungkin merupakan hal tersulit yang harus mereka lakukan. Mereka melalui banyak percobaan dan kesalahan khusus pada bagian itu.
  • Secara keseluruhan ada 10 Demogorgon, tersebar di seluruh labirin - di beberapa tempat seperti Castle Byers di Upside-Down. Masing-masing adalah seorang kru dalam kostum monster, yang diciptakan oleh orang yang sama yang membuat kostum untuk serial TV nya. Tetapi untuk menambah faktor horor, Universal juga menggunakan efek digital.
  • Satu hal yang ditegaskan Mundy diakhir tur yakni, selama bertahun-tahun, mereka menyadari bahwa orang-orang menunjukkan ekspresi lega ketika sampai di akhir labirin. Biasanya mereka merasa "aman" ketika labirin berakhir, maka dari itu Universal mencoba hal yang berbeda kali ini, memberi pengunjung satu kejutan terakhir sebelum labirin benar-benar berakhir. Kami tidak akan beberkan apa yang terjadi, tetapi orang-orang pasti akan menikmatinya.
  • Beberapa karakter dari serial TV (Joyce, Will, Nancy, Hopper) muncul di beberapa titik di sepanjang labirin, terkadang meniru adegan tertentu dari season pertama.
  • Didalam labirin, pengunjung akan dipandu oleh beberapa hal seperti lampu natal, Dr. Brenner berbicara dengan mereka, dan Chief Hopper berteriak, "go, go, go!"
  • Jika yang Anda temukan bukan digital atau palsu, maka setiap orang yang Anda lihat di labirin itu adalah asli. Animatronics tidak digunakan karena kurang cocok dengan pengalaman live.
Mengingat bahwa ini pertama kalinya Hallowen Horror Nights menggunakan sebuah panggung ketimbang sebuah tenda raksasa, menarik untuk melihat bagaimana itu dibandingkan dengan labirin pada umumnya nanti, belum lagi bagaimana labirin ini akan bersanding dengan atraksi permanen seperti The Walking Dead. Serial zombie itu adalah mantan ikon acara tahunan, tetapi sekarang telah menjadi landasan Horror Nights, sudah waktunya bagi Universal untuk mencari properti lain untuk mengambil alih tempat The Walking Dead, dan mereka tidak bisa memilih sesuatu yang lebih baik daripada Stranger Things.
Mengingat popularitas Stranger Things tersebar ke banyak generasi, dan karena itu tidak berakar pada genre horor seperti film slasher dan zombie, mungkin saja ini yang dibutuhkan Universal Studios untuk membawa Horror Nights ke level berikutnya.











LIHAT VIDEONYA Disini

Halloween Horror Nights diUniversal Studios Hollywood dibuka pada malam-malam tertentu dari tanggal 14 September hingga 3 November. Tiket dijual sekarang di situs web resmi Horror Nights.

news

Pemeran Darth Maul Ingin Koreografikan Adegan Pertarungan Lightsaber

No comments
Aktor Darth Maul, Ray Park, telah menyatakan minatnya untuk mengkoreografikan pertarungan lightsaber untuk film Star Wars dimasa depan. Park, tentu saja, pertama kali memainkan Sith Lord di Star Wars 1999: Episode I - The Phantom Menace, sebelum kembali ke Solo: A Star Wars Story.


Karena sebagian besar penggemar sadar, Maul tampaknya dibunuh di The Phantom Menace di Naboo. Setelah membunuh Qui-Gon Jinn, Maul dipotong setengah oleh Obi-Wan Kenobi dan jatuh ke belakang ke dalam lubang. Sementara Park hanya membuat dua penampilan dalam film Star Wars, itu dijelaskan dalam serial animasi, Star Wars: The Clone Wars, yang benar-benar hidup dengan kebenciannya untuk Kenobi.

Seperti yang dikatakan, Solo: A Star Wars Story secara resmi membuat bagian hidup Maul dengan mengungkapkan dirinya sebagai pemimpin organisasi kriminal Crimson Dawn. Kembalinya Park ke peran itu merupakan kejutan besar bagi banyak penggemar, tetapi sekarang tampaknya ia ingin melanjutkan karir Star Wars-nya di layar lebar.



Ketika ditanya di Twitter mengapa Park tidak membuat duel lightsaber untuk trilogi sekuel Star Wars, Park menjawab dengan mengatakan bahwa dia akan mengambil pekerjaan itu "in a heart beat". 


Park mulai berlatih seni bela diri di usia muda dan telah sering melakukan stunt yang rumit untuk karakter seperti Toad di X-Men dan Snake Eyes di Film G.I.Joe. Dengan latar belakang Park sebagai seniman bela diri, dia akan menjadi pilihan yang baik untuk membuat koreografi lebih banyak untuk duel lightsaber, tetapi sejauh ini belum terjadi. Tweet lengkapnya dapat dilihat di bawah ini:




Meskipun film-film prekuel tidak dianggap sebagai titik tinggi untuk waralaba Star Wars, karakter Darth Maul secara luas dianggap sebagai salah satu bagian terbaik dari trilogi prequel. Sementara beberapa orang merasa bahwa Solo Maul's cameo bukanlah ide yang baik, yang lain hanya senang melihat karakter ini kembali ke layar lebar. Kenobi dan Maul memiliki satu duel lightsaber (emosional) terakhir dalam serial animasi Star Wars Rebels, tetapi dengan spin-off film Star Wars yang (tampaknya) ditunda, pertempuran itu mungkin tidak pernah berakhir diadaptasi untuk versi live-action.

Singkatnya, masa depan Darth Maul di jagad Star Wars sudah habis sekarang. Hingga berita lebih lanjut tentang penampilan Darth Maul live-action yang lain diumumkan, para fanatik Star Wars hanya bisa menunggu Film Solo Blu-ray, ketika dirilis bulan ini pada hari Selasa, 25 September.


JM Instagram
news

Penulis Konfirmasi Naskah Suicide Squad 2 Telah Selesai

No comments

Skrip Suicide Squad 2 selesai, menurut salah satu penulis skenario film. Setelah secara resmi meluncurkan jagad film DC bersama dengan Zack Snyder's Batman V Superman: Dawn of Justice pada awal tahun 2016, yang merupakan sekuel dari film Man of Steel 2013 pembuat film, Warner Bros. memilih untuk segera memperluas franchise yang baru terbentuk dengan Suicide Squad David Ayer di musim panas itu. Meskipun secara kritis disorot, film ini menjadi sukses secara finansial dengan luar biasa, dan itu menunjukkan bahwa orang-orang tertarik pada karakter-karakter ini.

Jadi, WB memutuskan untuk menempatkan sebagian besar kartu mereka pada pengembangan spin-off langsung dan berbagai cabang lain dari Suicide Squad, dengan Harley Quinn dari Margot Robbie menjadi headline sebagian besar dari proyek-proyek tersebut. Jared Leto Joker adalah karakter lain yang diposisikan untuk memimpin angsuran masa depan juga, tetapi WB lebih fokus pada memproduksi film asal Jokerquin Phoenix Todd Phillips 'pertama. Adapun untuk sisa Task Force X, studio masih tertarik untuk mengembangkan sekuel, tetapi telah mencapai beberapa hambatan di sepanjang jalan. Tapi, itu tidak berarti itu akan dilupakan.
Dalam sebuah wawancara dengan Pembahas Film, penulis naskah Suicide Squad 2, Todd Stashwick menegaskan bahwa rancangan skenario mereka telah selesai, dengan mengatakan, "Kami telah menyelesaikan rancangan kami dan saya benar-benar bangga akan hal itu." Sementara ia menahan diri dari mengungkapkan rincian tentang plot atau karakter yang akan dimasukkan, ia mencatat bahwa itu merupakan sekuel film pertama, sehingga berarti WB tidak melihat film baru ini sebagai reboot dari tim atau mencoba menyimpang dari film-film DCEU sebelumnya.



Aman untuk mengasumsikan bahwa mayoritas karakter utama dari film Suicide Squad pertama akan kembali, dan itu akan terjadi setelah peristiwa film Bird of Prey Cathy Yan, yang menampilkan Robbie's Harley Quinn, yang merupakan salah satu proyek berikutnya DC Film mencari ruang untuk dimasukkan ke dalam produksi di 2019. Jika itu terjadi, maka setidaknya ada sesuatu yang dapat dikumpulkan oleh penggemar buku komik dari berita ini, tetapi penting untuk dicatat bahwa kisah nyata dapat berubah antara sekarang hingga rilis, karena ini hanyalah sebuah skrip konsep.

Gavin O'Connor saat ini telah menandatangani kontrak untuk mengarahkan Suicide Squad 2 - yang akan didasarkan pada naskah yang dia tulis bersama Stashwick dan David Bar Katz - tetapi tidak jelas kapan film tersebut akhirnya akan mulai syuting. Itu dilaporkan dijadwalkan untuk memulai produksi musim gugur ini, tetapi itu tampaknya tidak lagi menjadi kasus, kecuali, tentu saja, studio menerima skrip saat ini dan produksi dengan jalur cepat untuk akhir tahun ini. Tapi itu adalah kabar yang harus ditunggu oleh para penggemar.


JM Instagram