5 Film Perantauan Yang Mengingatkan Kita Untuk Pulang

No comments
Film bukan cuma bisa dijadikan sebagai teman di kala waktu luang atau sekedar jadi tanda kekinian karena sudah nonton yang sedang jadi box office. Di balik semua itu, sebuah film kadang dibuat dengan pesan-pesan penting tentang kehidupan. Ada yang diceritakan secara gamblang, ada pula yang tersirat di antara special effect dan kisah cinta yang mengharu biru.



Salah satu tema yang sering diangkat sebagai cerita film adalah tentang keluarga. Biasanya nih tema ini jaminan bikin para penonton meneteskan air mata karena ceritanya yang relatable alias dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kali ini ada lima film yang akan kita bahas. Film ini bukan cuma punya cerita keren dan jadi box office tapi juga buat kalian anak perantauan akan bisa membuat pengen pulang ke rumah secepatnya. Bukan cuma itu, selain bikin pengen pulang, juga akan sadar betapa pentingnya arti keluarga seberapa menjengkelkannya mereka.

Anak rantau di sini bisa yang sedang menimba ilmu di luar kota/luar negeri atau yang sedang bekerja mencari sebongkah berlian demi masa depan yang lebih baik. Ada kalanya di tengah menuntut ilmu atau bekerja, mereka tenggelam dalam tugas-tugas dan bersenang-senang dengan teman-teman seperjuangan, sampai lupa memberi kabar kepada keluarga di kampung halaman yang rindu atau khawatir dengan keadaan.

Di sela-sela waktu belajar dan bekerja, ada kalanya butuh hiburan, salah satunya dengan menonton film, baik yang sedang tayang di bioskop ataupun yang sudah jadul. Di tengah banyaknya genre film, ada baiknya juga menikmati tema drama keluarga agar sadar bahwa ada keluarga yang harus diingat saat sedang asyik berjuang demi masa depan.

Inilah lima film yang akan membuat para penontonnya semakin sadar kalau keluarga dan rumah adalah tempat where we belong!

1. COCO

Related image

Salah satu film terbaik tahun lalu adalah animasi karya Pixar, COCO. Film ini bukan cuma memperkenalkan kita pada budaya Meksiko, Dia de Muertos (Hari Kematian), saja. Tapi juga tentang cita-cita dan dukungan dari keluarga untuk mewujudkannya.

Sinopsis:

Miguel, seorang anak berusia 12 tahun, punya cita-cita menjadi seorang musisi. Tapi sayangnya musik ditentang di keluarganya. Cita-cita Miguel ini terutama ditentang oleh sang nenek, Elena, yang ingin cucunya melanjutkan bisnis keluarganya sebagai pembuat sepatu. Dilarangnya musik dalam keluarga ini diawali saat ibu dari Coco, nenek buyut Miguel, yang bernama Imelda Rivera dendam pada sang suami yang meninggalkan dirinya dan putri mereka demi musik.

Segala cara dilakukan Miguel agar cita-citanya tercapai, termasuk mencuri gitar peninggalan mendiang musisi ternama Meksiko, Ernesto de la Cruz, yang dianggapnya sebagai kakek moyangnya. Gara-gara mencuri gitar di makam, Miguel jadi tak terlihat oleh manusia dan malah bisa melihat para arwah termasuk keluarganya yang sudah meninggal. Dia harus kembali ke Land of the Living (tanah kehidupan) sebelum matahari terbit, atau Miguel akan menghilang selamanya. Agar kembali hidup, Miguel harus dapat restu dari moyangnya. Sayangnya Miguel menolak restu Imelda (sang nenek moyang) karena memberi syarat untuknya agar tidak bermusik.

Miguel kabur dan bertemu dengan arwah bernama Hector, yang ternyata semasa hidup pernah bekerja dengan Ernesto. Miguel pun berniat menemui Ernesto, untuk mendapat restu kembali ke dunia kehidupan sebagai musisi. Sayangnya saat bertemu Ernesto, dia baru tahu kalau musisi itu ternyata kejam dan bukanlah kakeknya. Dari sini, Miguel sadar kalau dia merindukan keluarganya dan ingin kembali bersama mereka.

Yang bikin ingin pulang:

Di saat Miguel berjuang untuk kembali karena dia dikejar arwah Ernesto yang ingin membunuhnya setelah rahasianya terbongkar, si anak hanya ingin bertemu dengan keluarganya. Dia juga ingin menyampaikan sebuah pesan untuk nenek buyutnya, Coco, yang selama ini merindukan ayahnya.

What is relatable buat anak perantauan? Ada kalanya di kota atau negara lain, seberapa nyamannya itu, pasti pernah merasa pernah kesulitan baik itu karena banyaknya tugas atau lainnya. Saat itulah rasanya cuma ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga hanya untuk merasa aman dalam kebersamaan. Sekaligus bercerita kepada mereka tentang hal-hal exiting dan berat yang kita rasakan saat jauh dari rumah.

2. ALONG WITH THE GODS: THE TWO WORLDS

Related image

Film Korea yang diangkat dari webtoon ini sukses jadi box office dan menjadi film terlaris kedua sepanjang masa di negara tersebut. Selain drama keluarga, film yang didukung oleh Cha Tae Hyun, Ha Jung Woo, Joo Ji Hoon hingga D.O EXO ini juga mengandung action, fantasi, dan bumbu-bumbu komedi.

Sinopsis:

Ja Hong meninggal dalam tugas sebagai pemadam kebakaran. Dia lalu disambut tiga grim reaper yaitu Gang Rim, Haewonmak, dan Lee Deokchoon yang akan menemani serta membelanya di pengadilan akhirat. Dari sinilah Ja Hong mengenang apa saja yang dilakukannya semasa hidup, termasuk saat dia kabur dari rumah selama puluhan tahun tanpa pernah pulang, hanya mengirim surat dan uang. Ja Hong bahkan berbohong kalau dia sudah menikah dan hidup bahagia, untuk membuat ibunya tenang. Sayangnya sebelum pulang, dia sudah meninggal lebih dulu tanpa sempat minta maaf pada sang ibu.

Yang bikin ingin pulang:

Selain ceritanya yang bisa bikin tobat, film ini juga akan membuat ingin pulang buat cepat-cepat minta maaf pada orangtua. Sebagai anak, ada kalanya kesulitan atau malu buat menunjukkan rasa cinta dan minta maaf kalau sudah berbuat salah. Banyak yang nggak bisa ngomong 'Aku sayang Mama/Papa' atau 'Maaf, Ayah/Ibu' dan lebih memilih menunjukkan dengan cara lain. Buat anak rantau salah satu cara menunjukkan rasa sayang pada orangtua bisa ditunjukkan dengan pulang sambil membawa oleh-oleh dan sejuta cerita bahagia. Ditambah cium tangan dan pelukan juga akan lebih indah. Yang penting bisa menunjukkan rasa cinta dan permintaan maaf sebelum semuanya terlambat.

3. ODE TO MY FATHER

Related image

Perjuangan seorang pria dalam berbagai era di hidupnya diceritakan dengan penuh haru di ODE TO MY FATHER yang dibintangi Hwang Jung Min dan Kim Yun Jin. Film ini membuat kita melihat beratnya kehidupan seorang pria sebagai anak dari orangtuanya, kakak buat adik-adiknya, suami bagi istri yang dicintainya, dan ayah untuk anak-anaknya.

Sinopsis:

Yeon Deok Soo sudah mengalami banyak hal hidupnya, mulai dari terpisah dari ayah dan adiknya di masa perang yang membuatnya jadi kepala keluarga di usia muda, bekerja hingga nyaris mati di pertambangan Jerman (walau akhirnya dapat istri), hingga jadi volunteer di Perang Vietnam hingga kakinya cacat. Dua hal terakhir dia lakukan demi kehidupan keluarganya, termasuk membiayai adiknya yang ingin menikah dengan layak.

Yang bikin ingin pulang:

Yeon Deok Soo rela membahayakan nyawanya di luar negeri agar jika sudah pulang dia membawa pulang banyak uang dan membuat bahagia keluarganya. Sama seperti orang-orang yang merantau demi kehidupan keluarga, ketika dapat uang dari gaji besar, pasti langsung ingin pulang untuk memberikan penghasilan pada ortu, membelikan banyak hal buat adik/keponakan/anak, memperbaiki rumah, dan lain-lain. Senyum bahagia keluargan pastinya membuat perjuangan di perantauan menjadi worth it.

4. KETIKA CINTA BERTASBIH

Related image

Film religi yang diangkat dari novel populer karya Habiburrahman El Shirazy ini bukan cuma melulu membahas agama tapi juga kisah cinta halal ala Islam dan perjuangan anak rantau yang belajar sembari kuliah. Kisahnya sangat inspiratif dibintangi oleh Kholidi Asadil Alam dan Oki Setiana Dewi.

Sinopsis:

Khairul Azzam kuliah di Mesir sembari membuka usaha di sana untuk kehidupan orangtua dan adik-adiknya di Indonesia, setelah ayahnya meninggal. Sibuk bisnis bakso dan tempe membuat kuliah Azzam keteteran dan tak lulus-lulus. Sedangkan teman-temannya sudah banyak yang lulus bahkan menikah.

Yang bikin ingin pulang:

Bekerja atau belajar itu berat, apalagi jika dilakukan dua-duanya secara bersamaan. Tak heran kalau rasa ingin pulang itu sangat besar. Film ini bakal bikin kita buru-buru menyelesaikan skripsi atau tesis (yang kuliahnya molor) biar bisa pulang dan bekerja di kota kelahiran agar bisa dekat dengan keluarga dan merawat orangtua yang sudah tak muda lagi.

5. NADA SOU SOU (TEARS FOR YOU)

Image result for nada sou sou

Film ini dibintangi oleh Satoshi Tsumabaki yang ganteng dan Masami Nagasawa yang cantik jelita. Eits, tapi film ini bukan cuma sekedar para bintang yang punya visual menarik saja. Tapi juga membuat air mata dengan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Sinopsis:

Ayah Youta menikah dengan seorang wanita yang punya anak perempuan bernama Kaoru. Ayah Youta kemudian pergi membuat istrinya sakit-sakitan hingga meninggal. Youta yang sudah menganggap Kaoru seperti adiknya sendiri pun rela keluar pulau dan bekerja keras agar adiknya bisa punya kehidupan dan pendidikan yang layak. Mereka lalu tinggal bersama saat Kaoru bersekolah di kota, namun terpisah karena banyak hal. Sayangnya saat bertemu lagi, Youta sakit parah karena terlalu banyak bekerja untuk adiknya.

Yang bikin ingin pulang:

Film ini bukan cuma menggambarkan betapa beratnya rindu kepada keluarga saat kita mencari nafkah, tapi juga memberikan pesan kalau tubuh kita ada batasnya. Bekerja boleh asal jangan lupa kesehatan. Jadi setelah dibikin sedih setelah nonton film ini, buat yang bekerja jauh dari rumah, harus segera sadar kalau istirahat itu sangat penting. Selain itu, kalau pulang kan kita jadi banyak yang mengingatkan untuk jaga kesehatan. Intinya sih, buat apa punya banyak uang kalau kita sakit dan tak bisa kumpul bersama keluarga?

Well itu tadi lima film yang bikin anak perantauan rindu rumah.

No comments

Post a Comment