Serial TV LOTR dan Fakta yang Terungkap

No comments
QQjoker - The Lord of the Rings merupakan salah satu karya terbaik yang pernah ada di industri film Hollywood. Tapi, film tersebut menyimpan beberapa fakta menarik yang baru diketahui baru-baru ini.





Salah satunya adalah ketika nama Quentin Tarantino yang kabarnya sempat hampir mengambil alih kursi sutradara dari Peter Jackson. Bisa Anda bayangkan bagaimana jika trilogi The Lord of the Rings digarap oleh Tarantino.

Otak di balik semua itu rupanya datang dari Harvey Weinstein. Produser kenamaan Hollywood yang kini terlilit kasus pelecehan seksual tersebut sebenarnya tidak suka dengan ide pembuatan trilogi Lord of the Rings. Ia bahkan sempat ingin menjadikannya menjadi satu film dengan durasi dua jam.

Usut punya usut, Weinstein sangat kesal karena Lord of the Rings menghabiskan banyak biaya hanya dalam pengembangan naskah skenarionya. Weinstein bahkan sempat mengancam akan memecat Jackson gara-gara sudah menghabiskan USD12 juta untuk pengembangan skenario.

Hal itu terungkap dari sebuah buku berjudul 'Anything You Can Imagine: Peter Jackson & The Making of Middle-Earth' karya Ian Nathan. Dalam bukunya, Nathan menuliskan bahwa Weinstein mengancam memecat Jackson dan sudah menyiapkan Tarantino sebagai penggantinya.


Related image

Jika saja waktu itu Weinstein memecat Jackson maka pertempuran epik di The Two Towers tidak akan pernah terjadi. Kemudian, adik dari karakter Boromir yakni Faramir tidak akan dimasukkan ke cerita dan bahkan Kerajaan Rohan tidak ada sama sekali.

Dari bagian dialog, Weinstein sempat ingin menghapus beberapa percakapan yang identik dengan LotR, seperti “You Shall Not Pass!” dan “Fly you fools!” dari Gandalf. Jackson menegaskan bahwa beberapa keputusan Weinstein akan mengecewakan para pembaca buku Lord of the Rings.

"Bisa digaransi bahwa semua orang yang membaca bukunya akan merasa kecewa ketika menonton film itu," ucap Jackson.

BACA JUGA: Dapat 1,28 Milyar Tanpa Modal !!!

Untungnya pembicaraan bersama perusahaan Weinstein batal dan LotR mendapatkan kesepakatan baru bersama New Line. Bersama New Line, LotR dibuat menjadi tiga epik film dan memuaskan para penggemar karya Tolkien. Kesuksesan besar pun diraih dengan pendapatan kotor yang hampir mencapai USD3 miliar meski biaya produksinya sebesar USD281 juta.

Saat ini Amazon tengah mengembangkan serial Lord of the Rings ke serial televisinya. Proyek tersebut kemungkinan besar membahas beberapa elemen yang memang sengaja tidak ada di dalam filmnya.

Proyek serial TV Lord of the Rings juga menjadi salah satu proyek dengan mahar paling besar. Namun melihat kesuksesan Game of Thrones, para produser sudah tak ragu lagi untuk menggelontorkan dana besar untuk menggarap karya-karya seperti ini.

Bayar Rp3,3 Triliun, Amazon Dapat Hak Tayang Serial TV Lord of the Rings


Image result for amazon the lord of the rings series

Bilbo Baggins, Gandalf, dan penduduk Middle Earth dipastikan akan bermigrasi ke layar kaca TV dalam waktu dekat. Hal itu dapat dipastikan setelah stasiun tv berlangganan Amazon mendapat hak produksi dan hak tayang serial Lord of the Rings.

Senin 13 November 2017, Amazon mengumumkan kesepakatan yang tercapai antara pihaknya dan perwakilan JRR Tolkien sebagai kreator Lord of the Rings. Amazon ta dengan mudah mendapatkan hak tayang Lord of the Rings.

Sebelumnya, Amazon harus bersaing dengan Netflix dan HBO yang juga disebut-sebut tertarik untuk mengadaptasi Lord of the Rings ke layar kaca. Tapi setelah berani merogoh kocek hampir mendekati USD250 juta (sekira Rp3,3 triliun), Amazon akhirnya memenangkan persaingan itu.

Amazon merasa senang karena bisa mendapatkan hak untuk menayangan serial Lord of the Rings. Meski season pertama belum dibuat atau ditayangkan, tapi kabarnya Amazon sudah memiliki angan-angan untuk membuat spin-off dari cerita Frofo Baggins cs.

"Lord of the Rings adalah sebuah fenomena kultural yang menangkap imajinasi generasi fans lewat literatur dan layar lebar," ujar Shaaron Tal Yguado, perwakilan Amazon dilansir Deadline, Selasa (14/11/2017).

Pengganti Roy Price itu menyambung, "Kami merasa terhormat bisa bekerja dengan Tolkien Estate and Trust, HarperCollins dan New Line untuk kolaborasi TV menyenangkan ini dan tertantang untuk membawa fans Lord of the Rings ke sebuah perjalanan epik yang baru di Middle Earth."

Rasa senang karena akhirnya bisa mendapatkan rekan untuk membuat serial Lord of the Rings juga datang dari pihak Tolkien Estate and Trust dan HarperCollins. Mereka mengaku kagum pada ide yang diajukan Amazon untuk mengembangkan Lord of the Rings dalam bentuk serial.

"Kami senang karena Amazon, dengan komitmennya pada dunia literatur, adalah rumah untuk multi-season serial tv pertama untuk Lord of the Rings. Sharon dan timnya di Amazon Studio punya ide yang tak biasa tentang cerita yang belum tereksplor dari karya asli JRR Tolkien untuk dibawa ke layar kaca," ujar Matt Galsor, juru bicara Tolkien Estate and Trust dan HarperCollins.

Belum ada bocoran lebih lanjut tentang bagaimana cerita di setiap season Lord of the Rings nantinya. Tapi rumor yang beredar mengatakan jika serial akan berkutat pada cerita sebelum era Fellowship of the Ring.

Ian McKellan Ingin Kembali Perankan Gandalf di Serial Lord of the Rings


Image result for amazon the lord of the rings series

Ketika menyebut nama Gandalf dari Lord of the Rings, bayangan yang muncul di kepala hanyalah sosok Sir Ian McKellen. Memerankan sosok penyihir bijaksana di tiga film Lord of the Rings membuat Ian tak tergantikan.

Kini saat Lord of the Rings akan diangkat menjadi serial TV, fans pun bertanya-tanya siapa yang akan menggantikan sosok Ian. Untungnya, aktor 78 tahun itu mengajukan diri untuk kembali berlakon sebagai Gandalf.

Saat menjadi bintang tamu di acara The Graham Norton Show, Ian mengungkapkan kesediaannya untuk kembali berperan sebagai Gandalf. Dengan nada bercanda, Ian bahkan mengisyaratkan tak akan memberikan peran itu kepada siapapun.

“Apa maksudmu dengan Gandalf yang lain? Aku belum bilang iya, karena aku belum diminta. Tapi, apakah kau menyarankan untuk orang lain memerankan karakter ini? Gandalf sudah 7.000 tahun. Jadi aku belum terlalu tua untuk itu,” kata Ian seperti dikutip dari News.com pada Selasa (19/12/2017).

Kini keputusan ada di tangan Amazon selaku pemegang hak untuk memproduksi serial TV Lord of the Rings. Sejauh ini, belum ada tanggapan apa-apa dari pihak Amazon. Proses produksi serial yang diangkat dari novel JRR Tolkien itu pun masih dalam tahap awal.


Image result for gandalf

Amazon pertama kali mengumumkan akan memproduksi serial Lord of the Rings pada pertengahan November 2017. Amazon memenangkan hak produksi serial Lord of the Rings setelah mereka merogoh kocek hampir mendekati USD250 juta (sekira Rp3,3 triliun).

"Lord of the Rings adalah sebuah fenomena kultural yang menangkap imajinasi generasi fans lewat literatur dan layar lebar," ujar Shaaron Tal Yguado, perwakilan Amazon, kala itu.

Pengganti Roy Price itu menyambung, "Kami merasa terhormat bisa bekerja dengan Tolkien Estate and Trust, HarperCollins dan New Line untuk kolaborasi TV menyenangkan ini dan tertantang untuk membawa fans Lord of the Rings ke sebuah perjalanan epik yang baru di Middle Earth."

Belum ada bocoran lebih lanjut tentang bagaimana cerita di setiap season Lord of the Rings nantinya. Tapi rumor yang beredar mengatakan jika serial akan berkutat pada cerita sebelum era Fellowship of the Ring.

"Kami senang karena Amazon, dengan komitmennya pada dunia literatur, adalah rumah untuk multi-season serial tv pertama untuk Lord of the Rings. Sharon dan timnya di Amazon Studio punya ide yang tak bisa tentang cerita yang belum tereksplor dari karya asli JRR Tpolkien untuk dibawa ke layar kaca," ujar Matt Galsor, juru bicara Tolkien Estate and Trust dan HarperCollins.


Tv Series Lord Of The Rings

JokerMovie Meter: 88%



www.QQjokerPage.com | Comp Profile

No comments

Post a Comment