Warkop DKI: Sama Juga Bohong 2018

No comments
Film Warkop DKI 'SAMA JUGA BOHONG' Direstorasi dan Siap Tampil di Bioskop

Film komedi Sama Juga Bohong yang diperankan oleh trio legendaris Warkop DKI, akan kembali ditayangkan di bisokop. 



Film yang tenar pada 1986 itu, telah direstorasi untuk mendapatkan hasil gambar yang sempurna, dan bisa dinikmati lagi oleh pencinta film Warkop DKI.

Hendrick Gozali selaku produser film tersebut menuturkan, ia sangat berterima kasih kepada FLIK yang telah merestorasi gambar film ini sehingga kembali terlihat bagus. Film ini pun bisa kembali diputar di bioskop.

"Ternyata film saya yang dibuat sekian lama masih bisa diputar di bioskop, ini berkat dari FLIK . Jadi sebuah film kembali bisa ditonton secara sempurna," ujar Hendrick di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018) malam.

Film yang disutradarai mendiang Chaerul Umam, menjadi film terlaris ketiga di Jakarta pada zamannya, lantaran ditonton 363.456 orang. Kesuksesan tersebut, kata  Hendrick, tak lepas dari kebolehan personel Warkop DKI yang pandai membuat penonton tertawa lewat komedi slapstick-nya.





Sempat Kesulitan

"Dono, Kasino, Indro itu sangat cerdas. Mereka pintar membuat orang tertawa," kata Hendrick.

Saat film ini hendak dibuat, Hendrick mengaku kesulitan mencari sutradara yang pas untuk menggarap film Sama Juga Bohong. Sampai akhirnya ia memilih Chaerul Umam untuk menyutradarai film tersebut.





Saran Sahabat

"Jadi ada teman mengingatkan, jangan suruh Warkop cuma jingkrak-jingkarak di atas pager. Peribahasanya nih, bahan masakan bagus, tapi kalau kokinya enggak baik ya sayang. Akhirnya saya sarankan Chaerul Umam, dan menangani film Sama Juga Bohong," kata Hendrick

Sempat Berantem

Berbicara bersama Rudi Badil, personil Warkop yang sejak 1980 memilih berada di belakang layar setelah menjadi wartawan Kompas, Indro mengakui kekompakan grupnya. Pria yang khas dengan penampilannya yang botak ini mengisahkan kedua sahabatnya Dono dan Kasino selalu kompak dalam film dan berbagai kesempatan di atas panggung komedi. Keduanya sahabat karib terkadang saling 'ejek' berbicara kekurangan lawan.

Namun siapa sangka, karena kebablasan di luar panggung, keduanya pernah saling tidak bertutur sapa selama hampir tiga tahun. 


Cerita Lengkap Simak Video Berikut:




Pun demikian dengan Indro. Menurut Rudi Badil membeberkan sebelum masuk Warkop, Indro yang tinggal di rumah besar yang berada di samping studio Radio Prambors dengan membawakan makanan sisa catering mamanya.

"Jadi kalau kita siaran malam jumaatan jam 11.30 malam, ia pasti datang dan dengan setia membawakan makanan yang katanya sisa makanan dari usaha katering mamanya. Ya, jadi malam itu makan ramai-ramai," ungkap Badil.

Untuk masuk jajaran Warkop, almarhum Dono sempat juga dipelonco untuk ngomong dengan logat Batak, Manado, Maluku namun tetap saja almarhum tidak bisa menghilangkan medok Jawanya sampai akhirnya diterima pada tahun yang sama dengan Indro yakni 1974.

Awalnya, Warkop berpersonilkan Badil, Nanu dan Kasino yang mempunyai hobi sama naik gunung. Mereka kemudian mengajak Dono dan Indro untuk bergabung setahun kemudian. Tahun 1977 mereka merambah ke dunia film dan rekaman.

No comments

Post a Comment