Avengers: Infinity War Catat Pemasukan Rp 28 Triliun

No comments
Film 'Avengers: Infinity War Bergabung Dalam Deretan Film Berpenghasilan USD 2 Miliar Seperti 'Avatar' Dan 'Titanic'.

 Film "Avengers: Infinity War" kembali mencatatkan sejarah kesuksesan di box office. Sejak tayang pada April lalu, film garapan Marvel Studios ini telah berhasil mencapai angka USD 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.



Hal ini membuat film "Avengers: Infinity War" berada di posisi keempat film terlaris sepanjang masa, menyusul tiga film lainnya yang juga berhasil meraih angka tersebut. Sebut saja film "Avatar" yang masih berada di puncak daftar film terlalris sepanjang sejarah. Kemudian disusul film "Titanic" di posisi kedua dan "Star Wars: The Force Awakens" di peringkat ketiga.

Rupanya, ketiga film tersebut ditayangkan pada bulan Desember, yaitu saat liburan musim dingin. Ini menambah prestasi tersendiri bagi film "Avengers: Infinity War" yang dirilis di luar musim liburan.

Sebelumnya, film "Avengers: Infinity War" telah memecahkan beberapa rekor sejak ditayangkan. Antara lain sebagai film superhero terlaris sepanjang masa. Selain itu, film yang dibintangi Robert Downey Jr. cs ini juga menjadi film dengan pembukaan box office terbesar di dunia dengan meraup USD 250 juta (sekitar Rp 3,4 triliun).

Film "Avengers: Infinity War" sendiri menandai 10 tahun karya Marvel Cinematic Studios (MCU). Film tersebut mengumpulkan para superhero Marvel untuk melawan Thanos (Josh Brolin), bangsa Titan yang ingin menghapus separuh kehidupan di alam semesta.



Akhir dari film "Avengers: Infinity War" pun membuat para penggemar bertanya-tanya mengenai kelanjutannya. Seperti diketahui, Thanos telah berhasil mewujudkan impiannya dengan memanfaatkan kekuatan enam Infinity Stones, untuk menghapus setengah kehidupan di alam semesta.

Banyak pahlawan gugur saat Thanos menjentikkan jarinya yang dipenuhi dengan Infinity Stones. Sebut saja karakter Spider-Man (Tom Holland), Doctor Strange Benedict Cumberbatch, Black Panther (Chadwick Boseman) dan semua member "Guardians of the Galaxy" kecuali Rocket (Bradley Cooper).

Sementara itu, film "Avengers 4" sendiri dirumorkan memasukkan time travel atau perjalanan waktu. Apakah hal tersebut dilakukan demi mencegah Thanos mendapatkan semua Infinity Stones? 

Mulai Dari Quantum Realm Hingga Time Stone, Inilah Kemungkinan Metode Yang Bakal Digunakan Untuk Melakukan Time Travel.



Segala detail mengenai "Avengers 4" tentunya menjadi sorotan dan sukses menarik antusiasme para penggemar. Oleh karena itu, tak heran jika foto-foto set maupun promo art yang disimpan rapat-rapat oleh tim Marvel Studios mendadak beredar luas di dunia maya.

Dengan berbagai bocoran tersebut, sejumlah teori penggemar terkait alur cerita "Avengers 4" pun mulai bermunculan. Belakangan ini, teori yang paling santer dibicarakan adalah tentang adanya time travel yang bakal disajikan dalam seri keempat "The Avengers" tersebut.

Hal ini bermula saat beberapa waktu lalu foto set syuting "Avengers 4" menunjukkan bahwa adegan ikonik "Battle of New York" akan dibuat ulang. Tentunya para penggemar film-film MCU mengetahui bahwa adegan tersebut terjadi pada film pertama "The Avengers" yang dirilis pada 2012 lalu.

Bocoran tersebut pun seolah menjadi angin segar dan semakin memperkuat dugaan adanya time travel di film ini. Apalagi sebelumnya sempat beredar foto yang memperlihatkan bahwa Captain America (Chris Evans) menggunakan kostum lamanya bersama dengan Iron Man (Robert Downey Jr.) dan Ant-Man (Paul Rudd) di lokasi syuting.

Namun yang menjadi bahan pertanyaan adalah, bagaimana cara para superhero melakukan time travel di "Avengers 4"?.

Quantum Realm

Kemungkinan pertama adalah dengan masuk dalam dimensi Quantum Realm. Dimensi ini diperkenalkan pertama kali di film "Ant-Man" yang dirilis pada tahun 2015 lalu.
Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Hank Pym (Michael Douglas), Quantum Realm merupakan sebuah dimensi dimana semua konsep waktu dan ruang menjadi tidak relevan ketika seorang makhluk hidup mengecil menjadi partikel sub-atomik. Hal tersebut menjadi salah satu cara yang mungkin saja dilakukan oleh para superhero yang tersisa dari ulah Thanos (Josh Brolin) untuk kembali memutar waktu. Lalu bagaimana cara mereka masuk ke Quantum Realm?

Cara tersebut diduga akan dijelaskan dalam film "Ant-Man and The Wasp" yang dirilis pada 6 Juli mendatang. Seperti yang diketahui, Scott Lang (Ant-Man) dan Hope Van Dyne (Evangeline Lilly) dikisahkan akan memasuki dimensi tersebut demi menyelamatkan Janet van Dyne (Michelle Pfeiffer).

B.A.R.F. (Binarily Augmented Retro-Framing) milik Tony Stark

Selain Quantum Realm, sebagian penggemar juga beranggapan bahwa time travel adalah hasil rekayasa dari teknologi B.A.R.F. (Binarily Augmented Retro-Framing) milik Tony Stark alias Iron Man. Teknologi mutakhir tersebut sebelumnya sudah diperlihatkan di "Captain America Civil War" yang dirilis pada 2016 lalu.

Sutradara Anthony dan Joe Russo sendiri sebelumnya telah menyebutkan bahwa teknologi B.A.R.F. milik Tony akan memiliki memainkan peran penting di "Avengers 4". Pada saat Tony menciptakan alat tersebut, ia hanya memiliki satu tujuan yaitu menolong orang untuk menghapus semua depresi dan penyesalannya. Namun, bukan hal yang mustahil jika ia berpikir bahwa alat tersebut mampu membantu dirinya memenangkan pertarungan dengan Thanos.

Time Stone

Jika Quantum Realm dan B.A.R.F bukanlah pemicu untuk melakukan time travel, maka pilihan ketiga adalah dengan menggunakan Time Stone. Namun tentunya teori ini sedikit mustahil untuk diwujudkan, mengingat bahwa batu hijau tersebut telah berada di tangan Thanos.
Meski demikian, banyak yang percaya bahwa Nebula (Karen Gillan) mampu mencurinya dari sang ayah angkat. Pasalnya, Thanos terlihat tidak lagi terlalu waspada dengan semua pasukan Black Ordernya. Maka bukan hal yang mustahil jika Nebula menyelinap dan secara diam-diam mencuri Time Stone.

Teori ini bukanlah tanpa alasan, dalam cerita komik, Nebula memiliki peran besar dalam mengalahkan ayah angkatnya tersebut. Tak tanggung-tanggung, dalam komik "Infinity Gauntlet", Nebula bahkan dikisahkan mampu merebut sarung tangan Thanos dan melenyapkan titan tersebut.

Sementara itu, selain untuk mengalahkan Thanos, penggunaan Time Stone juga menjadi alasan penting untuk melakukan time travel dan menyelamatkan para superhero yang hilang menjadi debu seperti di akhir film "Avengers: Infinity War". Apalagi mengingat bahwa sebagian besar dari para karakter yang menghilang telah mengonfirmasi kehadiran mereka di "Avengers 4" nanti. Sebut saja Star-Lord (Chris Pratt), Mantis (Pom Klementieff), hingga Drax (Dave Bautista).



Namun terlepas dari apapun metode yang akan dilakukan untuk melakukan time travel di "Avengers 4" nanti, yang pasti konsep tentang perjalanan waktu menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dalam cerita ini. Pasalnya, time travel sendiri dianggap sebagai solusi yang paling masuk akal untuk mengalahkan Thanos.

Meski demikian, para penggemar harus bersabar untuk memastikan kebenaran teori tersebut. Pasalnya, "Avengers 4" sendiri baru akan menyapa pada 3 Mei 2019 mendatang.

No comments

Post a Comment