(Review) Sicario: Day Of The Soldado

No comments
QQJoker - Sebuah Sekuel Thriller menegangkan yang sukses menarik penonton masuk ke dalam dunia Sicario.  



PLOT: Setelah menemukan bahwa para kartel membantu menyelundupkan teroris melintasi perbatasan, Matt Gaver (Josh Brolin) diperintahkan untuk mengumpulkan pasukannya, termasuk Alejandro (Benicio Del Toro) dengan tujuan memicu sebuah peperangan antar kartel agar stabilisasi rezim itu tergoyahkan. Untuk itu, mereka menculik anak perempuan (Isabela Moner) gembong narkoba, menjebak kartel saingannya, namun semua rencana itu berantakan.

REVIEW: SICARIO merupakan salah satu film terbaik pilihanku di tahun 2015, dan yang terbaik dari karya Denis Villeneuve, begitu juga dari proyek Taylor Sheridan. Tidak mengherankan jika karir kedua orang itu terus menanjak sejak film tersebut. Bagiku, itu adalah sebuah film yang sempurna, namun ketika saya tahu bahwa sekuel dari film ini tidak akan melibatkan Villeneuve, saya menjadi ragu. Pertama, karena film aslinya memiliki ending yang sangat baik dan tidak mencoba untuk memaksakan sebuah sekuel, dan yang kedua - kenapa harus tanpa Velleneuve? Keraguanku menghilang setelah tau bahwa naskah masih ditulis oleh Taylor Sheridan, namun saya tetap khawatir jika film ini akan menjadi sebuah kesalahan besar.



Untungnya, SICARIO: DAY OF THE SOLDADO menjadi sebuah sekuel yang sangat efektif. Bahkan tanpa Villeneuve, DP Roger Deakins, atau mendiang komposer Johann Johannsson, SOLDADO mampu menangkap semangat dari film aslinya dan memang terasa lebih seperti cerita kelanjutan, bukan sebuah tiruan. Sutradara Stefano Sollima menggunakan pendekatan yang mirip sebuah dokumentari, berbeda dengan gaya Villeneuve yang lebih ke arah opera, dan itu terbukti menjadi sebuah langkah yang cerdas.



Ini juga memungkinkan penulis naskah Taylor Sheridan muncul sebagai suara nyata dari serial ini, dirinya menggali aspek lain dari perang narkoba yang tidak dieksplorasi pada film pertama - dimana orang menjadi pilihan komoditas baru bagi kartel. Seperti karyanya yang lain, ada tingkat kesadaran sosial yang tinggi, meskipun tanpa pengganti audience seperti Emily Blunt di film pertama. Sementara Brolin menjadi kaki tangan yang sangat sinis terhadap pemerintahannya, melawan atasannya serta beberapa perintah kejamnya - meskipun pada akhirnya dia tetap melakukan sesuai yang diperintahkan kepadanya.

Jika di film pertama Brolin tidak terlibat terlalu banyak dalam adegan action, di sekuel ini dirinya berada di garis terdepan, dimana dia dan orang utamanya, Forsing yang diperankan Jeffrey Donovan (yang memberikan sedikit humor kedalam film), yang hingga akhir film telah menyingkirkan puluhan pemain. Namun, seperti film pertama, SOLDADO bukan film action, dan setidaknya membuat anda merasakan konflik tentang kekerasan yang anda tonton, dirakit sebaik mungkin. Ini menjadi perbedaan utama yang membedakan film ini dari film action pada umumnya.

Kehilangan terbesar dari film pertama mungkin adalah karakter Alejandro, dimana Del Toro membawanya ke tingkat tertentu melalui hubungannya dengan karakter Moner, dan sebuah episode yang membuatnya berpikir tentang putrinya yang terbunuh. Sekali lagi, dia tidak berubah menjadi pahlawan, namun kita melihat sekilas tentang dirinya jauh sebelum putrinya terbunuh. Hal itu membantu Del Toro untuk menonjolkan sifat karismatiknya. Setelah memainkan dua film ini, Alejandro sepertinya menjadi karakter khasnya.


Image result for sicario days of soldado

Dari sisi teknik, DP Dariusz Wolski membuktikan dirinya bukan sembarangan, menampilkan visual yang terlihat tajam, tidak seperti film pertama, namun tetap terlihat mengesankan. Sebaliknya, efek suara Hildur Guonadottir terdengar persis seperti milik Johansson dalam SICARIO, bahkan menggunakan beberapa tema yang sama, namun dengan tujuan membantu kesinambungan film. Sollima membuatnya terasa berbeda, namun tidak sepenuhnya berbeda. Absennya Blunt juga terasa di film ini, dan memang film ini lebih memiliki energi macho ketimbang yang pertama, tetapi Moner memberikan side story yang efektif dengan melibatkan anggota geng remaja, agar tetap menjaga nilai kemanusiaan di film ini.

Satu-satunya nilai negatif dari pandangan saya, dan memang tidak penting, yakni SICARIO: DAY OF THE SOLDADO berakhir menggantung sehingga terkesan membuka jalan untuk film lanjutan dan bagiku itu sedikit bermasalah, karena kita tidak pernah tahu apakah akan ada film ketiga. Bagaimanapun juga, film ini menjadi salah satu sekuel terbaik yang pernah saya tonton, dan hanya akhir cerita film ini yang menghalangiku untuk memuji film ini layaknya film pertama. Tetap saja, perbedaan itu sangat tipis.





Grup FB: Komunitas Movie Indo


No comments

Post a Comment