(Review) Upgrade

No comments
QQJoker - UPGRADE, sebuah Melodrama Sains-Fiksi karya sutradara dari waralaba film 'SAW'.




PLOT: Grey Trace hanya seorang manusia biasa yang hidup di dunia modern, namun masih berpegang pada kehidupan di era sebelumnya. Ketika dia dan istrinya diserang secara brutal, ia harus menerima kenyataan pahit lumpuh dari leher kebawah - membuat dirinya harus mengharapkan kemajuan teknologi modern. Kemudian, saat mendapat kesempatan untuk bisa berjalan lagi, ia harus memutuskan apakah dirinya bersedia untuk menjadi kelinci percobaan dari sebuah operasi rahasia dan berbahaya, yang sekaligus menjadi peluang baginya untuk memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kondisi tubuhnya.

REVIEW: Leigh Whannel sangat memahami genre film. Kolaborasinya bersama James Wan berhasil memukau banyak orang berkat kesuksesan film INSIDIOUS dan SAW, namun dirinya berani untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan UPGRADE, ia mengeksplorasi sebuah plot balas dendam dengan unsur science fiction, menciptakan sebuah film yang intens dan menarik. Film ini penuh dengan kekerasan, tapi Whannell dengan cerdik menyisipkan banyak unsur komedi, dan mungkin sedikit romansa kedalamnya. Jika anda merupakan penggemar dari ROBOCOP, MANIAC COP dan beberapa film dengan type sci-fi / balas dendam dari tahun 90' dan 80'an, dipastikan anda akan menikmati setiap detik dari film ini. Bahkan, jika berbicara tentang balas dendam, film ini bisa jadi salah satu yang terbaik dalam satu-dua dekade terakhir.


Logan Marshall-Green sebagai Grey Trace, seorang pekerja yang handal dengan tangannya, namun tidak terbiasa dengan kecanggihan dunia modern. Dengan teknologi yang menguasai sebagian besar dari aspek kehidupan sehari-hari, ia nyaman dengan pekerjaannya memperbaiki mobil, dan menghabiskan waktu bersama istri tercintanya Asha (Melanie Vallejo). Namun kenyamanan itu segera direnggut saat keduanya diserang oleh sekelompok orang yang memang bermaksud memberikan cedera serius kepada pasangan itu. Dirinya selamat, namun menjadi lumpuh dan tak berdaya. Lalu datanglah seorang inventor muda yang jenius bernama Eron (Harrison Gilbertson). Dia menawarkan Grey sebuah kesempatan untuk mencoba implan baru yang akan membuat dirinya mampu berjalan lagi, dan yang lebih penting, memberinya sebuah kekuatan luar biasa. Saat Grey menyetujuinya, dia perlahan mulai menyadari bahwa dirinya tidak memegang kendali penuh atas setiap aksinya, sembari mencari orang-orang yang membuat dirinya lumpuh.

BACA JUGA: Dapat 1,28 Milyar Tanpa Modal !!!


Whannell berhasil menciptakan salah satu film action low budget paling mendebarkan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya kita sebagai penonton dapat memahami siapa Grey sesungguhnya, namun sang filmmaker juga berhasil menciptakan beberapa karakter menarik selain karakter utama. Salah satu yang paling menonjol adalah Betty Gabriel yang memerankan seorang detektif simpatik yang berusaha mencari orang-orang yang menyerang Grey dan Asha. Sang aktris seakan berada di level yang berbeda atas penampilannya, dan memberikan kesan emosional ke dalam UPGRADE. Dan ada juga STEM, suara yang berbicara dari dalam implan kepada Grey, anggap saja seperti Alexa dengan niat yang buruk.





Berbicara mengenai performa, Logan Marshall-Green memberikan salah satu yang terbaik di tahun ini. Kita dapat melihat perubahan Grey dari seorang suami yang penuh kasih menjadi pria yang berjuang dengan kekuatan tak terkendali, dan dia menangani setiap levelnya dengan brilian. Ini tak terlepas dari Grey yang memang merupakan sebuah karakter menarik. Sang aktor dengan mudah menguasai setiap dialog jenaka, adegan emosional serta merealisasikan koreografi perkelahian dengan baik, sekaligus menghadirkan sosok pahlawan yang pantas mendapat dukungan. Ini adalah sebuah peran yang bisa dengan mudah menjadi terlalu serius atau sebaliknya, karakter cerdas yang tampaknya tidak bisa mati. Logan menyuguhkan kita seorang pahlawan yang sangat menarik, menyenangkan untuk ditonton dan secara pribadi saya ingin melihat lebih banyak.

Suguhan menarik lainnya dari film ini adalah build-up menuju pembalasan dendam yang sebenarnya dengan diselingi beberapa twists. Whannell dengan cerdik membangun sebuah karakter yang menjadi sebuah mesin. Setelah Grey diinfus dengan STEM, konflik kehendak pun terjadi dan ini sangat menarik. Bukan pertarungan bersimbah darah yang sudah sering kita lihat, melainkan ada kesan energi dan gaya saat Grey membiarkan STEM untuk mengambil alih - meskipun tidak menakutkan, tapi melibatkan pemandangan yang menjijikkan. Setiap gerakan yang dilakukan Grey menjadi kejutan tersendiri bagi dirinya, begitu juga pada lawan-lawannya. Mungkin terdengar sedikit konyol, tapi terus terang akan jauh lebih baik dari yang anda bayangkan.


  Image result for upgrade movie

Whannell dan sinematografer Stefan Duscio berhasil menciptakan sebuah dunia sci-fi yang lebih realistis, mengesankan karena diwujudkan dengan anggaran yang terbatas. Mobil otonomos di film ini tampak familiar dengan yang ada di dunia kita, ditambah dengan bar bawah air, muscle cars khas Amerika dan jalanan yang kotor semrawut semakin menambah kesan realistis pada dongeng futuristik ini. Dalam banyak hal, film ini berbagi kemiripan dengan film balas dendam klasik, gambaran eksploitasi di masa lalu, namun dilakukan dengan cara yang sangat memuaskan. 

UPGRADE adalah film yang cerdas, brutal, lucu, dan sangat layak ditonton. Leigh Whannell sekali lagi berhasil menyuguhkan pemikirannya menjadi sesuatu yang unik. Bakat Logan Marshall-Green tentu berperan besar atas kesuksesan film ini. Sang aktor menjadi pilihan yang sangat tepat untuk memerankan Grey. Film ini mungkin memiliki nuansa salah satu film sci-fi klasik, tapi ini dilakukan tanpa mengorbankan kualitas. Film ini adalah jenis thriller balas dendam yang patut coba ditonton. Jika anda butuh istirahat sejenak dari film blockbuster musim panas ini, anda tidak akan kecewa. 

Author: Elsa Vanira - JokerMovie.Club


No comments

Post a Comment