Perbandingan Film Mission Impossible Dengan James Bond

No comments
Dengan rilisnya Mission Impossible: Fallout, Ethan Hunt akhirnya menyelesaikan misinya dalam mengalahkan James Bond sebagai serial agen mata-mata terbaik di Hollywood.




Ketika, pada tahun 1996, Brian de Palma dan Tom Cruise, dua nama besar di Hollywood pada saat itu, memutuskan untuk membawa serial tv populer dari tahun 1960an ke layar lebar, tidak banyak yang mengira bahwa franchise ini akan menjadi salah satu properti yang bertahan paling lama di Hollywood.

Sudah 22 tahun sejak Ethan Hunt menerima misi pertamanya dan industri film sudah banyak berubah sejak itu. Model bintang A-List semakin berkurang, CGI mendominasi film-film blockbuster, dan franchise expanded universe menguasai pasar, khususnya genre high-concept seperti Marvel, DC, dan Star Wars. Tampak mustahil bagi film Mission Impossible untuk terus bertahan, apalagi bintang utama yang semakin berumur dan ekspektasi penonton yang terus meningkat.

Namun, seri Mission Impossible justru mampu melakukannya dan itu terbukti dari pendapatannya secara komersil. Sampai saat ini, lima film pertama dari seri ini telah meraup total $ 2,7 milyar di seluruh dunia. Dari film kedua dan seterusnya, skor agregat dan respon kritikus di situs Rotten Tomatoes dan Metacritic terus membaik. Kini, Fallout berada di nilai 98% pada Tomatometer, dan diperkirakan sudah meraup $135 Juta dalam pekan pembukaannya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Mission Impossible mungkin telah menyalip James Bond dalam hal kepopuleran.

Franchise James Bond telah hadir selama 34 tahun lebih dulu dari Mission Impossible, dan sudah melahirkan 20 film lebih banyak. Tentu sulit untuk membandingkan keduanya, namun bukan tidak mungkin. Bond bisa dibilang sebagai karakter paling ikonik dalam action genre di dunia perfilman, dan melalui beberapa aktor yang pernah memerankannya, Bond seperti menghidupkan kembali genre ini, lagi dan lagi. 

007 adalah seorang gentleman sejati yang identik dengan koktail, mobil sporty, wanita-wanita cantik dan selalu efisien dalam menyelesaikan tugasnya. Dia merupakan yang terbaik dalam apa yang dia lakukan, namun sering dibayangi oleh sifat buruknya sendiri. Setiap aktor yang pernah memerankannya selalu memberi keunikan masing-masing kepada karakter itu, dan franchise James Bond semakin jeli dalam menghilangkan atribut negatifnya dalam beberapa film terakhir.

Film Mission Impossible telah banyak berubah, meskipun tidak secara drastis. Mereka memutuskan untuk tidak lagi berpegang pada sumber materi orisinil, sebuah langkah yang dirasa lebih baik, dan mereka juga mengurangi penekanan terhadap seluk-beluk plot. Film pertama sangat terfokus pada plot yang relatif rumit, dan ini tidak selalu berhasil dimata penonton, ditambah dengan naskah yang tidak terlalu menceritakan asal muasal Ethan Hunt sebagai protagonis. Karakternya solid, tetapi narasinya tidak menarik. 



Penonton lebih peduli tentang Tom Cruise ketimbang Ethan Hunt. Seiring dengan bertambahnya film, mempekerjakan banyak sutradara seperti John Woo, J.J. Abrams dan Brad Bird, Cruise akhirnya mengambil alih franchise dan menyaring ke inti film: bahwa film ini adalah tentang seorang aktor melakukan stunt-nya sendiri, dan itulah yang ingin dilihat oleh penonton.

Kedua franchise ini harus beradaptasi dengan perubahan selera atau beresiko menjadi tak relevan. Serial Bond menghabiskan bertahun-tahun bersandar pada kodratnya, hingga pada akhirnya nama-nama ganda, gadget yang semakin konyol, dan penjahat yang berbelit-belit mulai tidak bisa lagi diterima. Itu semua terjadi pada era Roger Moore, dan nasib yang sama juga menimpa Pierce Brosnan, yang menghabiskan sebagian besar perannya dalam Die Another Day dengan dialog seksual murahan dan mengendarai mobil tak kasat mata. 

Pada saat Daniel Craig mengambil alih peran tersebut, penonton sudah pernah melihat semua hal yang bisa dilakukan Bond, sehingga franchise itu kembali ke hal yang mendasar: lebih gelap, lebih mengakar dalam realisme, dan relevan pada waktunya. Hal itu menjadi alasan dari kesuksesan serial ini, dengan Skyfall menjadi puncaknya dimana film itu menunjukkan sang karakter pada titik terlemahnya. Ini adalah Bond yang berkembang, dan penonton merespon dengan penuh semangat, namun ketika film selanjutnya, Spectre, dirilis, arahnya justru seperti sebuah langkah mundur. Film itu tidak mau menyimpang dari formula suksesnya.

Semua orang tentu tahu apa yang diharapkan dari kedua franchise yang saling bersaing ini. Mission Impossible menyuguhkan stunt-stunt berbahaya dan Tom Cruise sendiri yang akan melakukannya; sementara James Bond menghadirkan misteri papan atas, adegan action yang nekat, dan Britishness yang sempurna. Bond, dalam hal itu, jauh lebih mengakar pada nilai budaya ketimbang Ethan Hunt, karena Bond secara konsisten dianggap sebagai idola Inggris, sedangkan Hunt tidak dengan Amerika.

Hal itu membuat franchise Bond lebih sulit untuk menyimpang dari formulanya, karena sudah terjalin hubungan yang lebih kuat dengan penonton: harus ada martinis - shaken, not stirred - meskipun minuman itu sudah ketinggalan zaman di tahun 2018; harus ada gadget dan teknologi yang sangat canggih, meskipun hal begitu sudah lumrah bagi masyarakat sekarang; harus ada Bond Girls, meskipun konsep itu sudah kuno dan bersebrangan dengan bioskop modern.



Semua hal ini bisa diubah, dan telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi keinginan untuk kembali ke apa yang sudah diketahui audiens seringkali terlalu kuat untuk diabaikan. Disisi lain, Mission Impossible tidak perlu terlalu khawatir tentang hal-hal ini, karena mereka tidak memiliki nilai ikonik semacam itu. Mungkin ada beberapa hal seperti pesan yang meledak setelah dibaca atau semacamnya tapi itu tidak cukup untuk mendefinisikan film ini layaknya Aston Martin dan wanita seksi mendefinisikan film Bond. Mission Impossible lebih leluasa untuk mengotak-atik formula mereka dengan cara yang lebih dramatis.

Satu hal yang membuat Mission Impossible lebih unggul daripada Bond adalah kebebasan yang dimilikinya dengan sang protagonis. Ethan Hunt adalah Tom Cruise, dan Tom Cruise adalah Ethan Hunt (bermain sebagai peran yang sama dalam semua filmnya selama 22 tahun, sedangkan Bond selalu melakukan penyegaran dengan aktor baru). Tom Cruise sudah membuktikan berulang kali bahwa dirinya adalah seorang aktor berbakat, dan merupakan mega bintang dalam porsi besar di sepanjang karirnya, dan itu mendefiniskan dirinya lebih dari karakter apapun yang diperankannya. 
Hal itu mungkin membatasi kebanyakan aktor, namun Tom Cruise justru mengambil sisi positifnya, menggunakan franchise MI dan peran Ethan Hunt sebagai batu loncatan untuk melakukan stunt ambisius dan berbahaya yang hanya bisa diimpikan kebanyakan aktor lain. Dengan tidak terlalu memperdulikan karakter, Cruise bisa berbuat lebih banyak terhadap filmnya. Sementara Bond tidak memiliki kemewahan tersebut.

Masalah yang nyata pada formula Bond yakni banyak nilai didalamnya berakar pada ide-ide yang tidak bisa diterima di zaman modern ini. Buku-buku novelnya jauh lebih lancang dan ekstrim ketimbang filmnya, dimana Bond sering mengekspresikan pandangan rasis dan homophobic, serta minum minuman beralkohol dan merokok di level yang tidak masuk akal. 

Di film, Bond tidak merokok dan lebih ringan dalam kata-katanya, tetapi ada beberapa nilai tradisional yang tetap melekat, yang paling menonjol tentunya Bond Girls. Selalu ada wanita cantik dengan nama yang tidak umum yang dirayu oleh James Bond. 

Mereka biasanya lebih muda 10 tahun atau lebih daripada Bond (kecuali Monica Belucci di film Spectre), dan setidaknya satu wanita di tiap film akan tewas dengan cara mengenaskan. Pihak franchise harus mengatasi masalah ini cepat atau lambat. Daniel Craig bahkan secara vokal menyebut karakternya seorang misogynist. Namun, suka atau tidak, itu adalah karakter yang harus diperankannya, lalu, bagaimana anda bisa membuat formula itu berkembang mengikuti perubahan zaman dan tetap melekat?

Mengapa Rogue Nation dan Fallout Lebih baik dari Skyfall dan Spectre



Dalam hal sebuah franchise film, penonton mempunyai pilihan yang jauh lebih banyak belakangan ini, dan persaingan untuk posisi teratas berlangsung ketat. Lalu bagaimana film tentang seorang agen mata-mata, terlepas dari keunikan masing-masing, mampu bersaing dengan Jedi dan The Avengers? Bagaimana mereka mempertahankan minat penonton selama lebih dari dua dekade, sementara tetap berpegang pada formula inti mereka demi mempertahankan franchise itu sendiri? 

Selain itu, bagaimana anda membuat franchise ini terus berjalan tanpa akhir? Selama Mission Impossible dan James Bond masih menghasilkan uang, masing-masing studio akan terus menambah film kedalam franchisenya. Yang pasti, akan semakin sulit untuk terus menghadirkan ketegangan dan keseruan dalam setiap filmnya.

Itulah masalah yang dihadapi kedua franchise ini. Skyfall memberikan standar baru terhadap genre, namun Spectre justru kembali ke titik awal. Mission Impossible: Ghost Protocol menghadirkan resiko baru dan antagonis baru namun tidak mampu mempertahankannya saat Rogue Nation dirilis. 

Ini tentu tidak terlalu menjadi masalah bagi Mission Impossible karena resiko itu sendiri ada secara khusus memberikan Tom Cruise kesempatan untuk melakukan stunt baru. Itu menjadi salah satu alasan mengapa serial ini tetap fresh. Film ini bukan hanya memperlihatkan stunt menarik dan berbahaya; tetapi mereka melihat stunt ini dilakukan oleh Tom Cruise sendiri. Saat ini, nyaris tak pernah terdengar di Hollywood dimana seorang aktor sekaliber Tom Cruise melakukan stunt-nya sendiri. 

Itulah kenapa ada stunt-double dan CGI, namun film Ethan Hunt tetap mempertahankan relevansinya dengan memanfaatkan nilai jual yang unik ini. Ketika tahu hal tersebut, siapa yang peduli dengan plot atau karakter (walaupun sebetulnya franchise ini juga bagus dalam kedua hal itu, khususnya chemistry antara pemeran pembantu Ving Rhames, Simon Pegg dan sekarang Rebecca Ferguson).

Mission Impossible memiliki kemewahan yang tidak dimiliki film Bond. Film MI dapat melucuti komponen inti mereka tanpa perlu mengkhawatirkan hal-hal yang sebaliknya harus menjadi perhatian khusus dalam franchise Bond. Masalahnya serial Bond kerap tidak tahu bagaimana untuk bergerak maju. Mereka sebetulnya memiliki opsi untuk me-reboot franchise setiap kali ada pergantian aktor, yang tentunya dapat memberikan angin segar, namun itu ada batasnya karena cepat atau lambat penonton akan jenuh. 



Mereka juga tidak bisa mengotak-atik terlalu banyak terhadap karakter Bond itu sendiri. Dia memang menunjukkan kedewasaan, namun tidak selalu tampak di film berikutnya. Mengingat banyak aktor telah memainkan peran itu, ada rasa 'akan dibuang/digantikan' melekat pada karakter itu, yang tidak ada pada karakter Ethan Hunt. Banyak aktor pernah menjadi Bond, namun Tom Cruise akan selalu menjadi Ethan Hunt (dan sangat kecil kemungkinannya mereka akan menggantikan Tom).

Identitas Bond sebagai karakter dan franchise lebih jelas ketimbang Ethan hunt, tetapi itu tidak membuat pondasinya lebih kuat dalam jangka panjang. Film-film ini dapat, akan, dan harus berubah, namun saat ini justru Mission Impossible yang menjaga esensi intinya ketimbang Bond, yakni seorang aktor papan atas, stunt berbahaya, dan resiko besar. Penonton bebas untuk menilainya namun itu tidak krusial terhadap alur cerita. MI adalah franchise yang tidak terbebani oleh sejarahnya sendiri.

Tom Cruise memiliki kebebasan yang tidak akan pernah dimiliki oleh kebanyakan aktor. Dia sangat terkenal, luar biasa kaya, memiliki hak sebagai produser, dan seseorang yang sudah menjadi mega bintang selama beberapa dekade, di AS dan seluruh dunia. Itu berarti pada dasarnya dia berhak melakukan apapun yang diinginkannya dalam film Mission Impossible, dan terhadap franchise itu sendiri, dia memilih untuk melakukan stunt-nya sendiri. 

Dirinya melakukan semua stunt berbahaya itu dan semua filmnya terus mencoba untuk mengingatkan anda akan hal tersebut. Film-film seperti ini sudah jarang ditemukan di Hollywood dimana mereka lebih mengutamakan kepentingan film itu sendiri ketimbang aktor yang terlibat. Henry Cavill memang Superman, namun bahkan dia hanya mengemban peran pembantu dibelakang Tom Cruise.



Dalam hal itu, Mission Impossible terasa seperti franchise dari zaman dulu,. Proses pembuatan film dimana tontonan dan kebesaran aktornya menjadi kunci, jauh melebihi dunia yang mengelilinginya. Daya magis Hollywood memang ada, namun adegan actionnya terasa sangat nyata. Selera penonton mungkin berubah tapi pastinya banyak audiens yang ingin melihat adengan action old-school dimana ada orang yang benar-benar mengendarai motor dalam kecepatan tinggi atau bergelantungan dari gedung tertinggi di dunia.

Daniel Craig akan segera kembali mengisi perannya di Bond 25, yang akan disutradarai oleh Danny Boyle (Slumdog Millionaire). Dia telah menegaskan bahwa ini akan menjadi terakhir kalinya dirinya menjadi James Bond dan rumor mengenai penggantinya sudah menjadi bahan pembicaraan sejak Spectre dirilis. Kita tidak tahu kemana franchise ini akan membawa Craig dan Bond dan bagaimana mereka akan melanjutkannya di era baru sinema ini. 

Akan selalu ada tempat untuk James Bond tapi untuk saat ini Ethan Hunt yang lebih didepan lewat formula jitu dan pemahaman dengan apa yang diinginkan penonton. Kita hanya bisa berharap bahwa Bond mampu mengejar standar yang diterapkan Mission Impossible kedalam genre ini.





Grup FB: Komunitas Movie Indo

No comments

Post a Comment