(Review) The Equalizer 2

No comments
QQJoker - Sebuah Kelanjutan Yang Cukup Menarik untuk TV Reboot 80-an, Seorang Aktor Pemenang Oscar bisa menyelamatkan Sekuel ini, Denzel Washington membuktikan bahwa dia menunggu waktu yang tepat untuk membuat sekuel pertamanya dan sekali lagi berperan sebagai Hakim, Wasit sekaligus Seorang Algojo.



PLOT: Setelah seorang temannya terbunuh selama investigasi, Robert McCall terdorong untuk menelusuri kematiannya yang tak lazim. Pencarian itu membuka lembaran masa lalunya, sekaligus membuat orang-orang terdekatnya dalam bahaya.

REVIEW: Dalam THE EQUALIZER, Denzel Washington berperan sebagai Robert McCall, seorang pria dengan masa lalu yang misterius dan kemampuan luar biasa untuk memvisualisasikan jalan keluar dari situasi yang mematikan. Cerita dimulai dengan dirinya membantu seorang PSK muda yang dilecehkan, dan pada akhirnya McCall mulai menawarkan jasanya kepada orang lain yang membutuhkan. 

Film arahan Antoine Fuqua yang berdasarkan serial TV tahun 80-an ini dipoles menjadi sebuah thriller cukup menarik, dan menciptakan sebuah karakter yang diperankan dengan sempurna oleh Washington . Dalam THE EQUALIZER 2, pasangan Fuqua dan Washington sekali lagi membuktikan bahwa keduanya merupakan tim yang solid.



Sekarang kita tahu siapa McCall, meskipun masa lalunya hanya terungkap sebagian. Dan sejujurnya, ini adalah langkah yang cerdas tanpa membeberkan semuanya, sehingga membuka jalan untuk melanjutkan kesuksesan franchise ini.

Menyusul segala sesuatu yang terjadi di film sebelumnya, Robert McCall memutuskan untuk merubah hidupnya. Dia kini menyembunyikan pekerjaan aslinya, yakni melindungi orang yang membutuhkan, dengan bekerja sebagai sopir Lyft (jasa taksi online). Ketika sahabat baiknya, Susan Plummer (Melissa Leo) terbunuh saat menyelidiki sebuah kasus yang tampak seperti bunuh diri, ia mulai menemukan beberapa kejanggalan. Ketika dia mulai menggali lebih dalam, dia menyadari bahwa pembunuhan itu adalah bagian dari sebuah kasus yang lebih besar.

Disaat bersamaan, McCall juga berusaha membantu tetangganya Miles (Ashton Sanders), yang membutuhkan bimbingan agar kehidupannya menjadi lebih baik. Sayangnya, dua dunia itu bertabrakan setelah mereka yang terlibat dengan kematian Susan mulai mengincar McCall dan siapa pun yang dekat dengannya.

Adegan pembuka dalam THE EQUALIZER 2 menjadi cara yang sempurna dalam membangun alur cerita. McCall berada di sebuah kereta api mencoba untuk menghentikan kasus penculikan. Karena kita sudah pernah melihat proses bagaimana dia menggunakan stopwatch dan diseksi visual di sekitarnya, kita sudah tahu apa yang akan terjadi. Adegan hebat ini diambil dengan sangat baik oleh Fuqua dan Oliver Wood, dan ini adalah menjadi awal yang kuat untuk sekuel kali ini. 



Faktanya, beberapa kali film ini mengambil alur cerita kecil yang terpisah - seperti kisah seorang gadis yang diserang dalam sebuah pesta - untuk mengingatkan kita tentang keahlian khusus yang diperagakan McCall. Untungnya, beberapa adegan kecil ini hanya membantu membangun dunianya tanpa terlalu banyak mengalihkan perhatian dari jalan cerita utama.

Satu-satunya masalah utama dengan film ini bisa dibilang terletak pada alur ceritanya yang mudah ditebak. Alasan 'kenapa' karakter tertentu melakukan sesuatu mungkin masih menjadi tanda tanya, tetapi 'siapa' yang melakukannya itu terlalu mudah untuk diketahui. Bahkan, bagi Anda yang sudah cukup sering menonton jenis drama ini, Anda kemungkinan besar akan mengetahuinya jauh sebelum plot itu terbuka. 

Meski begitu, penjahat yang dimaksud diperankan dengan sangat baik, dan pertarungan terakhir yang menjadi anti-klimaks dari film tersebut sangat mengesankan. Meskipun saya menikmati adegan action terakhir di film sebelumnya, pertarungan di sebuah Toserba jelas tidak akan mengalahkan intensitas disini. Film ini mungkin mudah ditebak, tetapi masih nyaman untuk dinikmati.
Denzel Washington sekali lagi memberikan akting brilian, dan itu tidak terlepas dari dukungan pemeran lainnya. Melissa Leo kembali membuktikan bahwa dia mungkin adalah salah satu aktor terbaik saat ini. Sedemikian rupa sehingga ketika karakternya diserang, kita merasakan gejolak emosional yang jauh lebih hebat dari yang seharusnya.

Bill Pullman, Pedro Pascal, dan Sanders juga mampu mengisi bagian cerita mereka dengan sangat baik. Fuqua melakukan pekerjaannya dengan serius, dan naskah oleh Richard Wenk berhasil memberikan karakter yang membuat kita merasa peduli. Loncat adegan antara Washington dan Sanders juga dieksplorasi secara cerdas, mengingat ini adalah alur cerita yang telah dilakukan berkali-kali sebelumnya.

Sekuelnya, sangat mirip dengan film pertamanya, tidak bergantung sepenuhnya pada non-stop action. Tempo berjalan lamban, diselingi dengan adegan kekerasan. Cerita berjalan lamban menuju klimaks, dan sebagai penonton, Anda bisa merasakannya. Fuqua menciptakan lingkungan dipenuhi dengan tensi, sehinnga jauh lebih efektif daripada hanya sekedar tembak-menembak dan perkelahian. 



Memang hal semacam itu selalu berhasil dalam banyak film action, namun jika Anda memiliki Denzel Washington sebagai pemeran utama, Anda tentu tidak ingin menyia-nyiakan bakatnya untuk itu. Sekali lagi, hubungan antara aktor dan sutradara ini menjadi bagian besar dari apa yang membuat film ini berhasil.

THE EQUALIZER 2 adalah sekuel yang cerdas dan stylish, yang berhasil memberi Robert McCall sebuah cerita lanjutan yang memuaskan. Sementara kita belajar lebih banyak tentang dia, dia masih menyimpan banyak misteri. Tidak hanya berhasil dalam konteks film ini, ia juga membantu menjamin sekuel selanjutnya. 

Denzel Washington memerankan McCall dengan sempurna, dan dia memberikan yang terbaik dari naskah Richard Wenk. Jika Anda adalah penggemar film sebelumnya, Anda akan sangat menyukai sekuel kali ini. Bahkan, kita mungkin berharap bahwa bakat-bakat ini akan kembali bekerja sama untuk film ketiga.

Associate Author: Elsa Vanira - Jokermovie.Club




Grup FB: Komunitas Movie Indo

No comments

Post a Comment