(Review) Christopher Robin

No comments
Ewan McGregor berperan sebagai versi dewasa dari sahabat Winnie the Pooh dalam film arahan Marc Forster yang terinspirasi dari buku A.A. Milne. Cerita manis tentang kekuatan keluarga, imajinasi "Christopher Robin" menjawab pertanyaan yang membebani pikiran semua anak-anak ataupun yang sudah beranjak dewasa yang menyayangi Winnie the Pooh, Piglet, dan karakter lain dari Hundred Acre Wood.


PLOT: Tiga puluh tahun berlalu sejak petualangannya di Hundred Acre Wood, Christopher Robin yang kini beranjak dewasa (Ewan McGregor) telah melupakan semua tentang teman-temannya: Tigger, Piglet, Eeyore, Kanga, Roo, Owl, Rabbit, dan tentu saja, Winnie The Pooh. Kini seorang pengusaha yang sibuk, sahabat lamanya Winnie pergi ke London untuk membangunkan Christopher, dan membantunya menemukan kembali dunianya yang penuh imajinasi.

REVIEW: Tidak berselang lama sejak GOODBYE CHRISTOPHER ROBIN, film yang menceritakan tentang kenyataan pahit dari buku-buku Winnie The Pooh karya A. A. Milne, kini Disney menghadirkan CHRISTOPHER ROBIN yang lebih 'kekanak-kanakan', yang menonjolkan dunia fantasi, sesuatu yang jelas tidak ada di film sebelumnya. Disutradai oleh Marc Forester (dengan naskah yang ditulis oleh Alex Ross Perry (QUEEN OF EARTH) dan Allison Schroeder (HIDDEN FIGURES), film klasik untuk semua keluarga ini mungkin terlalu ringan bagi anak-anak yang sudah terbiasa dengan film Pixar dan Marvel, tapi bukan berarti tidak memiliki pesonanya sendiri.



Hadirnya Ewan McGregor sebagai pemeran utama jelas merupakan nilai plus, karena dirinya sudah mahir beradu akting dengan karakter CGI, skill yang ia demonstrasikan berulang kali dalam prequel STAR WARS. Ketika dia melihat karakter CGI, dirinya tampak betul-betul sedang melihat sesuatu - ini adalah skill yang saya rasa tidak dimiliki banyak aktor. McGregor adalah ahlinya dalam hal ini.
Itu jelas membantu dalam menjual kisah fantasi ini, yang sebenarnya cukup mengingatkan kita pada film HOOK, meskipun jauh lebih ringan. Tidak ada konflik besar, tujuan utama film ini adalah membuat Christopher mulai menikmati kehidupannya lagi, dan mengajak istri (Hayley Atwell) dan putrinya untuk masuk lebih dalam ke dunianya. Tidak ada yang betul-betul menjadi antagonis, kecuali tentu saja imajinasi Winnie, Heffalumps.



Yang menjadi nilai jualnya yaitu bahwa film ini adalah film live-action pertama untuk Pooh, dan CGI yang digunakan untuk membuatnya dan semua karakter Hundred Acre Wood menjadi hidup sungguh sempurna. Mereka benar-benar terlihat seperti boneka binatang yang hidup, bahkan bisa dibilang sebagai salah satu CGI terbaik yang pernah saya lihat dalam film Disney, dan walaupun nyaris tak terlihat, kebanyakan orang mungkin tidak menyadari betapa menakjubkannya efek VFX disini.

Pengisi suaranya juga luar biasa, dimana Jim Cummings yang brilian menyuarakan Winnie dan Tigger, sementara Brad Garrett menonjol di setiap adegan dengan suara Eeyore yang sangat lemah dan menyedihkan. Selain karakter CGI, ini nyaris seperti one man show bagi McGregor, karena sebagian besar film hanya menunjukkan dirinya berinteraksi dengan Winnie dan karakter CGI lainnya ketimbang aktor yang sebenarnya. Disisi lain, kehadiran Atwell sangat menyejukkan sebagai istrinya yang cantik, sementara Bronte Carmichael muda terlihat natural sebagai putrinya.



Semuanya sangat ringan dan santai, seperti melihat kartun Winnie the Pooh yang hidup kedunia nyata. Terkecuali dari adegan kejar-kejaran di London dan kilas balik Perang Dunia kedua, CHRISTOPHER ROBIN adalah salah satu film anak-anak paling lembut dalam beberapa tahun terakhir - bahkan mungkin seharusnya mendapat G-rating ketimbang PG. Anak-anak yang sudah terbiasa dengan dorongan non-stop film Disney lainnya mungkin akan merasa bosan, tapi untuk anak-anak yang lebih muda pasti akan menyukainya.


Associate Author: Elsa Vanira - Jokermovie.Club



Grup FB: Komunitas Movie Indo

No comments

Post a Comment