(Review) The Meg

No comments
Sebuah Sirkus Air yang cocok untuk mengisi musim panas, Segala sesuatu di Meg terlihat palsu, dari latar belakang Selandia Baru-sampai-pesisir-Cina serta pusat penelitian bawah laut yang sangat besar. untuk para aktor itu sendiri, tidak ada yang berkostum atau difoto dengan ketajaman apa pun. 



PLOT: Seorang penyelam yang disebut-sebut memiliki cerita masa lalu (Jason Statham) ditarik kembali dari hari-hari pensiunnya untuk membantu menyelamatkan awak stasiun penelitian bawah laut yang bernilai miliaran dolar, yang sedang diancam oleh hiu prasejarah raksasa. 

Berdasarkan buku Steve Alten tahun 1997, Meg : A Novel of Deep Terror, The Meg telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun dan menarik perhatian para sutradara seperti Jan de Bont (Twister), Guillermo del Toro (Pasific Rim), dan Eli Roth (Hostel).Yang kemudian penggarapannya jatuh pada Turteltaub. Sangat mudah untuk dipahami mengapa bahan dari sumber Alten ini akan menjadi menarik ketika dilihat dari hasil akhir film ini. 



Meg bercerita tentang sekelompok ilmuwan yang bekerja dengan fasilitas penelitian bawah laut yang dikenal dengan Mana One. Yang terletak 200 mil di lepas pantai China dan didanai oleh miliarder eksentrik Jack Morris (Rainn Wilson). 

Dipimpin oleh ahli kelautan Minway Zhang (Winston Chao) dan putrinya Suyin (Li Bingbing) seorang ahli biologi kelautan, tim Mana One bercita-cita untuk membuktikan hipotesis Dr. Zhang bahwa ada kedalaman yang belum dijelajahi di Palung Mariana (yang diketahui sebagai bagian paling dalam dari lautan).

Dimana kru eksplorasi yang dikapteni oleh Celeste, memasuki wilayah Trench yang terpisah dari bagian Samudera Pasifik lainnya yang dikenal dengan "lapisan dingin". Namun saat berada di sana, sesuatu yang luar biasa menyerang kapal selam mereka dan membuat mereka terjebak dibawah sana.  

Jonas Taylor (Jason Statham) adalah seorang penyelam ahli yang telah pensiun selama 5 tahun, sejak dirinya mengklaim bahwa ada makhluk seperti hiu yang menempatkan dirinya pada misi penyelamatan yang salah terhadap tim nya pada masa lalu. 



Jonas yang kebetulan adalah mantan suami dari Caleste dengan cepat untuk setuju menyelamatkannya dan timnya. Ternyata Jonas benar, tim Caleste diserang oleh Megalodon, species hiu kolosal yang sebelumnya diyakini telah punah jutaan tahun sebelumnya dan kini muncul kembali. 

REVIEW: Pengalaman Turteltaub pada film-film National Treasure membuat nya konsisten dalam menyutradarai film ini, yang artinya dengan menggunakan anggaran yang besar untuk menciptakan karya yang baik tentang pertemuan antara manusia melawan makhluk prasejarah. 
Film ini mengabungkan beberapa teknik yang menimbulkan banyak ketegangan pada kedalaman laut yang suram. Ketegangan yang mempesona tentunya bagi penggila Jason Statham.



The Meg bukanlah film yang sangat mengerikan, bahkan jika ada pujian yang layak untuk The meg yaitu,mereka memberikan segala sesuatu yang jenaka disaat keadaan sangatlah serius. Dan dimana semua unsur menghibur dan romantis tertuang didalamnya. 

Bicara Sains film ini berpendapat bahwa hiu prasejarah besar seukuran kapal pesiar dapat naik ke permukaan laut dari kedalaman lebih dari 10.000 meter dan tidak meledak akibat perubahan tekanan? pertanyaan lain, Jika mahkluk ini muncul dari kegelapan hitam laut dalam yang permanen, mengapa ia memiliki mata? Mengapa ia tertarik dengan rekaman suara seekor paus ketika ia tidak mungkin menemukan paus di kedalaman tempat tinggalnya?

Tetapi secara teknis, film ini jauh lebih baik daripada JAWS 3D. Jika penjoker menginginkan dorongan adrenalin lebih, kalian kami sarankan untuk segera menonton film ini ya.

Associate Author: Gina Ants - Jokermovie.Club


No comments

Post a Comment