(Review) Searching: Fantasia 2018

No comments
Dirancang dengan rumit dan inovatif, Aneesh Chaganty cukup pintar dalam membawa misteri ini dengan pendekatan yang sangat unik.



PLOT: Seorang ayah yang putus asa (John Cho) mencoba untuk memecahkan misteri hilangnya putrinya dengan menjelajahi jejak digitalnya.

REVIEW: SEARCHING merupakan film terbaru dari Fantasia Film Festival yang ditampilkan tahun ini, menyoroti teknik inovatif 'screen life' dari sutradara Timur Bekmambetov. Intinya, film ini berlangsung sepenuhnya dibalik layar komputer, metode yang mulai dipakai olehnya dalam UNFRIENDED, sebelum benar-benar sepenuhnya digunakan tahun ini dalam UNFRIENDED: DARK WEB, PROFILE, dan kini SEARCHING.



Menjadi pemenang penghargaan Alfred P. Sloan Screenwriting Award di Sundance, serta memenangkan penghargaan NEXT Audience Award (tampil dengan judul asli SEARCH), SEARCHING terbukti menjadi akuisisi berharga di tahun ini. Setelah menonton film ini bersama peserta Fantasia lainnya, saya mulai mengerti mengapa Sony membelinya untuk label Screen Gems mereka dan merilisnya secara komersil di kuartal kedua tahun ini. Film ini membuat penonton terpaku sejak adegan pertama hingga terakhir, meskipun secara signifikan lebih 'lunak' untuk genre ini ketimbang apa yang biasa dipertontonkan di Fantasia.

Yang pasti, SEARCHING memiliki keunggulan atas beberapa film 'screen life' arahan Bekmambetov lainnya, ada penulis sekaligus sutradara brilian Aneesh Chaganty, yang menjadi pelopor dari beberapa video Google Glass yang berfungsi dengan baik di film ini, ditambah dua pemeran utama dinamis, yakni John Cho dan Debra Messing. Keduanya bukan aktor/aktris yang biasa anda temui di genre thriller, sehingga menjadi daya tarik tambahan bagi siapapun 
yang bukan penggemar genre ini.
Seperti film-film lainnya sejenis ini, tempo film berjalan lamban. Chaganty juga tidak terburu-buru, memberikan kita banyak kesempatan untuk mengenal lebih banyak tentang keluarga Kim, yang masih terguncang atas kematian anggota keluarga. Seorang ayah yang penuh kasih, David (Cho) selalu menangis setiap berbicara mengenai istrinya yang baru meninggal, sementara putrinya Margot (Michelle La) yang sebelumnya selalu ceria, kini menjadi lebih pendiam dan murung. Berawal dari dua missed call dan FaceTime yang tak dijawab, David mulai curiga bahwa ada yang tidak beres dengan Margot, yang tidak pernah pulang dari sesi belajarnya diluar.



Chaganty dengan mahir menggambarkan kecemasan David yang terus meningkat, berawal dari meyakinkan diri dengan alasan apapun yang masuk akal, hingga kemudian menyadari fakta bahwa putrinya benar-benar hilang dan mungkin tidak akan pernah ditemukan. Kasusnya ditangani oleh seorang detektif (Messing), yang juga menjadi tempat David mencurahkan hatinya.

Tidak mau menyerah begitu saja, dia sendiri mulai menyelidiki dan menemukan rahasia dari kehidupan dunia maya Margot, memberi Chaganty kesempatan untuk menjelajahi kegelisahan yang umumnya ditemui di media sosial - bahwa orang yang paling dekat dengan kita sekalipun bisa terasa asing - terutama dengan semakin banyaknya orang yang menghabiskan waktu di dunia maya.

Disamping itu, SEARCHING terbilang unik karena tidak bersifat menakut-nakuti atau mencoba menjauhkan kita dari media sosial. Memang, Margot menggunakannya untuk menjaga rahasia dari ayahnya, namun David juga dapat menggunakannya sebagai cara untuk menyelamatkan putrinya, dan Cho menampilkan performa brilian yang membuat kita terkadang merasa kesal dengan kegelisahan dan aksinya yang tidak dipikir secara matang - seperti memukuli seorang remaja yang mengatakan hal buruk tentang putrinya di Facebook.

Dengan durasi selama 90 menit, Chaganty ingin memastikan bahwa SEARCHING tidak pernah kehabisan tenaga, meskipun harus mengorbankan keterbatasan beberapa screen life, seperti kebebasan yang harus diambil demi mendapatkan video dari hal-hal yang terjadi saat David tidak berada di komputernya. Alunan musik / background untuk film ini juga sedikit melodramatis, terutama di awal film, meskipun lebih jarang terdengar seiring film berjalan.



Tidak perlu diragukan, SEARCHING adalah penggunaan paling efektif dari teknik screen life sejauh ini, meskipun saya ingin melihatnya dalam film selain genre thriller. Anda harus mencoba menonton film ini saat Screen Gems merilisnya di bioskop-bioskop. Film ini juga menjadi contoh yang baik bagaimana dinamisnya John Cho sebagai pemeran utama jika diberi kesempatan.






No comments

Post a Comment