Teori Godzilla 2: Ghidorah Adalah Raja dari Para Monster yang Sesungguhnya

No comments
Godzilla: King of the Monsters adalah judul yang mungkin menyesatkan bagi sebagian orang, karena raja kaiju yang sebenarnya adalah Ghidorah, atau setidaknya begitulah fakta ketika film ini dimulai. 

Sebagai yang pertama dan yang paling populer dari mahakarya Toho tentang monster raksasa yang saling bertempur, Godzilla sudah lama mengemban julukan "King of the Monsters". Namun, Godzilla 2 rupanya menjadi kisah rahasia bagaimana Godzilla akhirnya mendapatkan julukan dan status itu dalam MonsterVerse - dan untuk mendapatkannya, dia harus mengalahkan raja yang sebenarnya, Ghidorah.



Godzilla (2014) tidak memulai debutnya hanya dengan si monster itu sendiri, tetapi juga memperkenalkan konsep MonsterVerse yang dipantau oleh agensi pemerintah internasional bernama Monarch. Dalam kontinuitas ini, Godzilla pertama kali muncul saat Perang Dunia kedua, sehingga Monarch didirikan untuk melacak dan meng-katalog apa yang kemudian disebut dengan M.U.T.O. (Massive Unidentified Terrestrial Organism) atau Organisme Terestrial Masif yang Tidak Teridentifasi. Kong: Skull Island (2017) memperluas dunia tersebut dengan menyertakan Kong dan berbagai makhluk lainnya yang ia perangi untuk melindungi rumahnya yang terisolasi, dimana Monarch menyatakannya sebagai Keajaiban Dunia ke-Delapan pada tahun 1973. 

Adegan post-credit Skull Island juga memberi teaser King of the Monsters dengan menampilkan bukan hanya Godzilla, tetapi juga Rodan, Mothra, dan King Ghidorah.

Godzilla 2 menceritakan jauh kedepan ke era dimana Bumi sedang mengalami bencana alam dan tampaknya satu-satunya harapan bagi planet ini adalah menemukan dan membawa kembali para penguasa asli dan sah, "The Titans", yang merupakan pengelompokan kembali dari monster-monster itu, menggantikan "M.U.T.O.". Trailer dari Godzilla 2 memperlihatkan empat Titan utama dalam film ini, namun situs viral Monarch Science mengusik banyak makhluk lainnya yang mungkin muncul. 

Terlepas dari berapa banyak kaiju yang akan akan hadir di Godzilla 2, berdasarkan data yang ditawarkan Monarch, Titan yang paling kuat dan paling bahaya bukanlah Godzilla, tetapi King Ghidorah. Inilah beberapa alasan kenapa Godzilla harus mengalahkan Ghidorah hingga akhirnya mendapat julukan "King of the Monsters":




PENJELASAN "KING" GHIDORAH 




Sejak penampilan pertamanya di Ghidorah: Monster Berkepala Tiga (1964), kaiju yang mengerikan itu selalu dikenal sebagai Raja. King Ghidorah diciptakan oleh Tomoyuki Tanaka, yang juga menciptakan Godzilla. Tanaka terinspirasi dari Hydra Learnaean dari Mitologi Yunani dan Naga Orochi berkepala 8 dari cerita rakyat Jepang - musuh yang sempurna untuk Godzilla. 

Awalnya diceritakan sebagai monster luar angkasa yang memusnahkan planet Venus ribuan tahun lalu, King Ghidorah lalu masuk ke Bumi dalam sebuah meteorit dan menyerang Jepang dalam film debutnya. Dibutuhkan kekuatan gabungan dari monster-monster bumi Godzilla, Mothra, dan Rodan untuk mengalahkan Ghidorah dan mendepak naga berkepala tiga itu kembali ke luar angkasa (bisa jadi inilah yang akan terjadi dalam King of the Monsters, mengingat keempat monster yang sama adalah para Titans utama dari film ini).

King Ghidorah - kadang disebut juga sebagai Monster Zero - muncul sebanyak 10 hingga 11 kali dalam franchise Godzilla selama bertahun-tahun. Kekuatan dan origin Ghidorah kerap berubah. Namun, intinya tetap sama: dia adalah naga raksasa berkepala tiga dengan dua ekor dan sayap yang sangat besar. 

Selain memiliki kemampuan untuk terbang, ketiga kepalanya dapat memancarkan semacam sinar penghancur, seperti kilat. Inkarnasi terbaru dari sang Raja juga memiliki kemampuan menyetrum musuh dengan giginya, kekuatan untuk menyerap roh dari monster yang sudah mati, dan bahkan bisa menangkis bola api Godzilla. King Ghidorah pada umumnya terlalu kuat untuk dikalahkan oleh satu kaiju seorang diri, termasuk Godzilla.




GHIDORAH DALAM GODZILLA 2




Para penggemar begitu bersemangat saat Kong: Skull Island mengungkap hubungannya dengan MonsterVerse, dan memastikan kemunculan Ghidorah di King of All Monsters. Naga yang menakutkan itu kerap dianggap sebagai musuh terbesar Godzilla, dan Ghidoran versi MonsterVerse terlihat sebagai inkarnasi yang paling mengerikan yang pernah dilihat. 

Menurut informasi yang ditemukan di situs Monarch Science, Titan (atau disebut Monster Zero) yang dibekukan di es Antartika itu adalah "kepunahan yang masih hidup". Ghidorah merupakan superspesies terbesar yang ditemukan oleh Monarch dan memiliki tinggi 521 kaki - bandingkan dengan Godzilla yang hanya nyaris mencapai 200 kaki.

Fakta-fakta berikutnya semakin mengerikan, ketiga kepala Ghidorah memiliki kemampuan untuk berpikir secara independen. Meskipun ukuran sayapnya secara pasti tidak diketahui, makhluk ini sangat besar sehingga saat terbang, kepakan sayapnya mampu menciptakan kekuatan angin topan, bahkan mampu merobek stratospir (lapisan atmosfir bumi). 

Sisik dari Titan itu juga menghasilkan arus listrik, yang berarti dia mampu memancarkan kilat atay sinar gravitasi dari masing-masing mulutnya. Menurut catatan Monarch, referensi Ghidorah ditemukan sejak sepuluh ribu tahun lalu, naga berkepala tiga itu bisa jadi merupakan kaiju tertua di bumi - dan mungkin benar-benar Raja dari semua Titans. 




GHIDORAH ADALAH KING OF THE MONSTERS




Monsterverse versi Legendary menciptakan sebuah mitologi baru untuk Godzilla dan para monster lainnya. Tanpa terbelenggu dari kontinuitas Toho, MonsterVerse ini pada dasarnya menciptakan kembali sejarah Kaiju, dimulai dengan perubahan nama dengan menyebutnya Titans. 

Ini juga mencakup cara baru untuk melihat ide-ide dasar dan kepercayaan tentang monster yang kerap diabaikan penggemar. Misalnya, mengapa Godzilla dikenal sebagai "the King of the Monsters" ?

Berdasarkan dari apa yang kita lihat dalam film arahan Gareth Edwards, Godzilla memegang status ini dari Monarch (and terutama di mata Dr. Serizawa yang diperankan Ken Watanabe) karena dalam setiap kemunculannya sejak Perang Dunia kedua, raksasa perkasa yang menyerupai kadal itu muncul secara khusus untuk mengalahkan makhluk M.U.T.O. lainnya dan memulihkan keseimbangan bumi. Mengingat Godzilla selalu menang dalam setiap kemunculan melawan musuhnya, tentu saja dia adalah rajanya. Tetapi bagaimana jika dia bukan - atau setidaknya, belum ?
Tidak seperti Godzilla, naga emas ini sudah disebut "King" Ghidorah sejak kemunculan pertamanya yang selalu menjadi ancaman akan datangnya bencana. Dalam MonsterVerse, Ghidorah bahkan tampak lebih jelas sebagai King of the Monsters yang jahat, dan seperti dalam film tahun 1964, diperlukan upaya gabungan dari Godzilla, Mothra, dan Rodan untuk mengalahkannya. 

Perubahan iklim yang disebabkan oleh ketidakperdulian manusia terhadap alam menjadi penyebab utama bangkitnya sang naga dari tidurnya di Antartika, tetapi begitu ia tersadar, eksistensi Ghidorah saja sudah cukup untuk mengancam keselamatan seluruh planet. Saat dirinya terbang, sayap Titan itu mampu merusak ekologi Bumi dan membuatnya menjadi tidak layak huni bagi manusia (dan bahkan mungkin monster). Jika kekuatan menjadi dasar atas hak status "Raja" dalam 'aturan' MonsterVerse yang primitif dan barbar, Ghidorah adalah yang terkuat, maka dialah Rajanya.




GODZILLA AKHIRNYA MENJADI RAJA




Saat para penggemar bersiap-bersiap untuk pertarungan sengit antara empat kaiju klasik Jepang, film arahan sutradara Michael Dougherty mungkin menyimpan satu rahasia mengejutkan: King of the Monsters bisa menjadi cerita "Rocky" Godzilla. 

Layaknya franchise Sylvester Stallone, Godzilla 2 mungkin tanpa disadari bercerita tentang bagaimana monster yang mampu menyemburkan api itu sebetulnya adalah underdog melawan Ghidorah selama ribuan tahun sebelum akhirnya mampu menaklukkan musuh terbesarnya untuk menjadi satu-satunya King of the Monster yang sebenarnya.

Toh, berdasarkan dari apa yang dilihat para fans dalam Godzilla (2014) dan sejarah yang dibocorkan dari pertarungan Godzilla lainnya di MonsterVerse, dia tampak layaknya juara monster yang tak terkalahkan. Namun lebih dari sepuluh ribu tahun lalu, pertarungan antara Godzilla dan Ghidorah mungkin pernah terjadi dan entah bagaimana membuat naga berkepala tiga itu terbungkus dalam es di Antartika, sementara Godzilla telah bebas dan sesekali bangkit dari tidur panjangnya untuk berjalan di Bumi. 



Dengan begitu, ada urusan yang belum selesai antara dua Titan terkuat tersebut. King of the Monsters tampaknya akan menjadi rematch epik antara Godzilla dan Ghidorah dalam memperebutkan "mahkota". Meskipun kali ini turut melibatkan Rodan dan Mothra, pertarungan sebenarnya adalah antara Godzilla dan Ghidorah.

Jadi, inti cerita dari film Godzilla: King of the Monsters mungkin adalah Godzilla akhirnya memiliki kesempatan untuk mengalahkan King Ghidorah sekali lagi sekaligus menjadi yang terakhir untuk mengklaim gelar dan julukannya sebagai "King". Jika ini terbukti benar, maka Godzilla harus memastikan semburan apinya tepat sasaran ketika keduanya bertemu.

No comments

Post a Comment