Alasan Mengapa Film Marvel Tidak Bisa Mengusik X-Men

No comments
Mengingat situasi rumit pada hak-hak TV serta film X-Men dan Fantastic Four, ada kemungkinan bahwa Marvel TV dapat mulai menyertakan kedua tim tersebut meskipun Marvel Studios tidak bisa. Beberapa tahun lalu, Marvel Entertainment menjual hak film untuk X-Men dan Fantastic Four kepada 20th Century Fox (melalui produser Lauren Shuler Donner).



Dan sejak itu, setiap film yang berkaitan dengan kedua tim superhero itu selalu berasal dari studio tersebut, termasuk film Deadpool baru-baru ini. Namun itu semua segera berubah karena The Walt Disney Company telah membeli aset-aset film dan TV 21st Century Fox.

Menyusul perang tawar-menawar dengan Comcast, Disney menaikkan penawaran pertama mereka kepada Fox dari $52,4 miliar menjadi $71,3 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Meskipun Walt Disney setuju untuk melepaskan beberapa aset tertentu, semua film dan acara TV dibawah 20th Century Fox (termasuk cabang televisi) sekarang menjadi milik Disney...akhirnya. Itu berarti X-Men dan Fantastic Four akan kembali ke Marvel Studios, dan para penggemar mulai bertanya-tanya kapan kedua tim itu akan melakukan debut mereka di Marvel Cinematic Universe. Jawaban singkatnya: tidak untuk sementara. Tetapi apakah itu berarti MCU tidak dapat setidaknya mulai membangun fondasi untuk memperkenalkan mereka?




HAK-HAK FILM MARVEL SANGAT RUMIT






Hingga proses akuisisi selesai secara resmi pada tahun 2019, baik 20th Century Fox maupun Walt Disnet Studios (termasuk Marvel Studios) tidak dapat membuat rencana, terutama dengan satu sama lain, mengenai penyertaan X-Men dan/atau Fantastic Four ke dalam Marvel Cinematic Universe. Diluar akuisisi yang mendapat persetujuan dari regulator internasional, mengusik apapun yang menyangkut kedua tim superhero itu (atau anggotanya) bisa menjadi pelanggaran terhadap apa yang disebut sebagai klausul "gun-jumping" di Amerika Serikat.

Menjadi sesuatu yang logis bahwa kedua belah pihak dalam merger atau akuisisi saling berbagi informasi satu sama lain untuk memulai proses konsolidasi aset - dalam hal ini, film dan properti TV dan studio - tetapi ada semacam batas yang perlu dihindari oleh keduanya untuk pencegahan memicu masalah antitrust dengan Departemen Hukum AS.
Jadi, itulah salah satu dari banyak alasan kenapa tidak ada rencana saat ini untuk menggabungkan X-Men dan Fantastic Four ke dalam MCU selain fakta  bahwa Disney sebenarnya ingin melakukannya - tetapi untuk saat ini mereka harus menunggu. Namun, pihak studio mungkin memiliki beberapa kelonggaran jika hanya sebatas acara TV.




HAK TV BERBEDA DENGAN HAK FILM





Meskipun tidak pernah secara eksplisit dikonfirmasi oleh Fox atau Disney secara resmi, sudah banyak laporan, atau disinggung, dan bahkan anggapan bahwa Marvel masih memegang hak TV untuk X-Men (dan Fantastic Four), itulah sebabnya kenapa banyak mutan yang bermunculan dalam bentuk animasi beberapa tahun terakhir. Itu juga mengapa FOX Broadcasting dan FX Network perlu membuat kesepakatan dengan Marvel TV untuk memproduksi dua acara TV berbasis mutan mereka - The Gifted dan Legion - sebelum memasuki masa produksi. Tentu masuk akal mengingat Disney membatalkan serial animasi Deadpool yang ditulis Donald Glover awal tahun ini, meskipun serial tersebut awalnya akan ke FX.

Dengan alasan yang sama, hak video game Spider-Man dipegang oleh Marvel Games - bukan Sony; faktanya, hak itu tidak pernah dipegang oleh Sony, hanya Activision pada satu kesempatan - Fox juga tidak memegang hak ataupun properti TV. Oleh karena itu, mengingat acara Marvel TV secara teknis berhubungan dengan Marvel Cinematic Universe, studio berhak, secara teori, mulai mengusik X-Men dan Fantastic Four sebelum akhirnya memperkenalkan mereka ke layar lebar. Kesempatan terbaik mereka untuk melakukan ini tentu lewat layanan streaming terbaru Disney, yakni Disney Play, yang sudah mulai menunjukkan koneksi yang lebih besar ke MCU ketimbang serial Marvel di Netflix sebelumnya.

No comments

Post a Comment