Pemeran Suicide Squad 2 Pilihan James Gunn

No comments
Menyusul berita mengejutkan bahwa James Gunn akan menulis naskah (dan kemungkinan menyutradarai) Suicide Squad 2, pertanyaan selanjutnya adalah siapa saja yang akan di-casting dalam film ini. Dipecatnya Gunn dari Marvel Guardians of the Galaxy Vol.3 membuat masa depan Gunn menjadi tidak jelas, dimana ada kemungkinan kecil dirinya kembali ke Marvel. Namun sekarang dia berada di Suicide Squad 2, semuanya tentu akan sangat berbeda bagi sekuel ini.



Gunn, yang sudah terbukti mahir dalam menangani sekelompok individu untuk bekerja sama demi keselamatan banyak orang, adalah pilihan yang tepat untuk sekuel dari film tahun 2016 tentang sekelompok kriminal itu. Warner Bros. membuat langkah menarik dalam persaingan dominasi Box Office dengan Marvel Studios, mencoba membuktikan bahwa Disney mungkin telah melakukan tindakan yang salah dalam memecat Gunn dan tidak mempekerjakannya kembali.

DC Extended Universe kini memiliki peluang untuk menyaingi Marvel dalam segi kualitas untuk film mereka yang akan datang. Gunn diharapkan mampu membawa kepekaannya yang unik, rasa humor yang tajam, adegan action yang stylish, serta bakatnya untuk naskah sekuel Suicide Squad. Bagaimanapun juga, ini adalah sebuah franchise yang sangat heboh dua tahun lalu, sedemikian rupa hingga orang melupakan rating film pertamanya yang hanya mendapat 28% di Rotten Tomatoes, namun mampu mengeruk keuntungan hingga $747 juta dari box office di seluruh dunia serta Academy Award. Kaus bertuliskan 'Daddy's Little Monster' yang dipakai Harley Quinn dalam film bahkan masih menjadi penjualan terbaik untuk Halloween dua tahun kemudian.

Dengan adanya laporan yang menyebutkan bahwa naskah Gunn akan memberikan sudut yang baru dan fresh terhadap franchise ini, tidak jelas apakah kita akan melihat anggota lama kembali, tetapi mereka bisa membawa kembali Will Smith yang populer sebagai Deadshot, mencari celah dalam jadwal padat Robbie (termasuk penampilan dalam Birds of Prey), dan mengatur kembalinya Viola Davis sebagai Amanda Waller - perekat yang memastikan semua anggota Squad tetap bersama (meskipun dengan ancaman mati)

Terlepas dari apakah naskah Gunn akan membawa kembali anggota lama atau tidak, sang penulis sekaligus sutradara itu mempunyai banyak karakter yang bisa digunakan dari DC Universe, dan para penggemar tentu lalai jika berpikir dia tidak memasukkan beberapa karakter baru. Lalu kira-kira akan seperti apa tim supervillain yang baru ini, membayar hukuman penjara mereka dengan memburu, membunuh dan menyelamatkan orang-orang untuk pemerintahan AS ?


DAVE BAUTISTA SEBAGAI BANE


Bautista kerap sangat vokal melawan pemecatan James Gunn dari Marvel, dan bahkan mengatakan bahwa dia tidak ingin bermain dalam Guardians of the Galaxy Vol.3 jika bukan dipimpin oleh Gunn. Sejak turunnya berita bahwa Gunn akan mengerjakan Suicide Squad 2, Bautista memberi respon yang sangat jelas; "Dimana saya mendaftar!" 

Seandainya Bautista memutus kontraknya untuk Guardians 3 - atau jika ia menyelesaikan syuting untuk sekuel kedua itu, dan dia menjadi tersedia untuk Suicide Squad 2 - tidak mengejutkan jika Gunn membawa dirinya menyeberang ke oposisi untuk sebuah peran. Bentuk fisiknya menghadirkan beberapa pilihan, namun tidak ada yang lebih menarik daripada Bane. Beberapa penggemar bahkan sudah membayangkan dirinya dalam peran itu, dan jelas dia sangat pantas.

Bane (sebelumnya diperankan oleh pemeran Venom saat ini, Tom Hardy dalam The Dark Knight Rises) telah menjadi anggota Suicide Squad dalam buku komik dengan nama yang sama, dan digambarkan sebagai karakter yang memiliki kode moral. Dia juga muncul dalam komik villain-centric yang serupa Secret Six, dan menjadi semacam figur ayah untuk rekannya Scandal Savage.

Kesempatan bagi karakter Bane untuk menghilangkan pembawaannya yang menyeramkan dan menjadi lebih lembut dalam film Suicide Squad tentu menjadi tantangan tersendiri bagi aktor manapun yang memerankannya. Setelah berperan sebagai Drax yang kekar namun lucu dalam Guardians, Bane menawarkan alternatif menarik bagi Bautista karena menghadirkan kesempatan untuk memainkan peran yang lebih gelap dan lebih serius. Saat ini, wajar jika mengasumsi bahwa Bautista akan menerima peran apapun yang diberikan Gunn kepadanya. Kita tentu berharap peran itu adalah Bane.


MICHAEL ROOKER SEBAGAI JONAH HEX


Gunn telah mengutarakan keinginannya untuk bekerja dengan karakter koboi pembunuh bayaran Jonah Hex, dan akan cukup mudah untuk membawa sang karakter maju dalam waktu dari abad ke-19 dalam cerita aslinya ke masa ini - seperti saat karakter itu terlempar ke masa depan dystopian dalam komik.

Rooker adalah salah satu 'jimat keberuntungan' Gunn, muncul dalam beberapa film sang sutradara, termasuk perannya sebagai Yondu yang menyenangkan dalam film Guardians. Jika pada akhirnya Gunn menyutradarai Suicide Squad 2, tentu tidak mengejutkan jika dia membawa Rooker bersamanya - dan aktor ini memiliki aksen Selatan dan pesona kasar yang sangat cocok sebagai Jonah Hex. Potongan komedi sang aktor juga sangat pas dengan lelucon yang akan hadir dengan Hex berada di masa depan.

Lagipula, kita semua perlu menghilangkan gambaran Josh Brolin sebagai Jonah Hex dari ingatan kita.


CHRISTINA HENDRICKS SEBAGAI POISON IVY


Pada bulan Desember tahun lalu, ada desas-desus bahwa film Gotham City Sirens sedang dalam pengembangan di Warner Bros., dan disebut akan menjadi kerja sama antara Harley Quinn (Margor Robbie) dengan Catwoman dan Poison Ivy. Sekarang setelah Robbie dipastikan untuk film serupa Birds of Prey, tidak jelas apakah Gotham City Sirens akan bergerak maju, tampak semakin tidak jelas dari hari ke hari.

Dengan begitu, tidak ada alasan bahwa sang ratu tumbuhan Poison Ivy tidak bisa muncul untuk pertama kalinya dalam Suicide Squad 2, membangun hubungan dengan Quinn (Robbie) yang dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam sekuel Birds of Prey, atau Gotham City Sirens jika pada akhirnya diproduksi di masa depan.

Ada satu aktris luar biasa yang mampu menghadirkan semua daya tarik sensual Pamela Isley, mengirimkan sinyal berbahaya dan perasaan tragis yang halus - Christina Hendricks yang terkenal lewat serial Mad Men. Sang aktris cukup sibuk sejak Mad Men berakhir pada tahun 2015 lalu (tampil dalam Fist Fight tahun lalu dan serial Netflix tentang pelaku kriminal, Good Girls), tetapi karirnya tidak meledak seperti perkiraan banyak orang.

Poison Ivy akan menjadi kesempatan bagi DC untuk memberikan para penggemar salah satu karakter favorit yang diperankan oleh seseorang selain Uma Thurman, dan bagi Hendricks untuk membuat langkah besar dalam dunia pahlawan super di layar lebar.


NATHAN FILLION SEBAGAI DOCTOR LIGHT


Satu lagi jimat keberuntungan James Gunn, setelah membintangi film horor unggulan sang sutradara, Slither, Nathan Fillion juga muncul sebagai cameo (dalam serangkaian poster yang nyaris tak terlihat!) dalam Guardians of the Galaxy Vol. 2, sebagai Simon Williams alias Wonder Man. Meskipun sangat kecil kemungkinan kita akan melihat Fillion sebagai Wonder Man dalam waktu dekat, prospek yang lebih mungkin adalah melihat bintang serial Castle dan Firely yang banyak digemari ini menyusul Gunn ke DC, dimana Fillion sudah punya banyak pengalaman sebagai aktor pengisi suara.

Jika pada akhirnya dia mengikuti Gunn ke DC, Gunn harus memberikan peran yang unik, dan membiarkan dirinya bersenang-senang sebagai penjahat sombong seperti Doctor Arthur Light. Penjahat ini terkenal karena dulu kerap dikalahkan oleh Teen Titans, sebelum menjadi semakin gelap dan berbahaya dalam beberapa tahun terakhir - bahkan bergabung dengan Suicide Squad di masa-masa awal mereka. Mereka bahkan bisa memberikan kostum klasik hitam dan putih dengan helmnya yang konyol.

Baru-baru ini, perubahan sang karakter yang menjadi semakin gelap cukup kontroversial, setelah terungkap dalalm Identity Crisis bahwa Light dulunya adalah penjahat yang sangat berbahaya - bahkan berhasil menyusup kedalam JLA Satellite dan memperkosa istri Elongated Man, Sue Dibney. JLa merespon dengan menghapus ingatannya - berikut ingatan Batman, sebagai satu-satunya yang menentang hukuman itu. Meskipun sangat kecil kemungkinan DC untuk menggunakan salah satu plotline yang sangat kelam terkait karakter Doctor Light, ada kapasitas untuk tampil lebih berbahaya, dan bagi Fillion untuk melakukan hal yang sama - atau benar-benar berbanding terbalik dan memilih versi konyol dan canggung.


CAMILA MENDES SEBAGAI NIGHTSHADE


Siapapun tokoh karakter yang akan muncul dalam Suicide Squad 2 nantinya, grup dinamis itu sangat membutuhkan seorang anggota wanita yang lebih utuh, dan anggota lama Squad, Nightshade cocok mengisi kekosongan itu. Pertama kali tampil dalam Charlton Comics jauh pada tahun 1966 sebelum menyebrang ke DC setelah Crisis on Infinite Earths, Eve Eden memiliki kemampuan untuk berubah menjadi bayangan hidup dua dimensi, berkat ibunya yang merupakan makhluk antar dimensi.

Nightshade kemudian berjuang bersama inkarnasi asli dari Suicide Squad sebagai agen pemerintah yang bekerja dengan Task Force X. Waktunya bersama tim membawanya untuk menyusup kedalam sebuah organisasi teroris berbahaya, dan membantu pembantaian warga sipil yang tak bersalah di sebuah bandara, demi membuktikan loyalitasnya. Misi menyeramkan itu pada akhirnya mempengaruhi kepribadiannya dan membuatnya terlibat konflik dengan Amanda Waller. Kemudian, dia menjadi salah satu penanganan June Moone, membantu transformasinya dari dan menjadi Enchantress. Dia bahkan menjadi wadah untuk persona jahat Enchantress.

Sejarah traumatis karakter Eve Eden menjadi peran yang sangat menggiurkan seandainya terpilih untuk tampil di layar lebar bersama Task Force X. Hubungan sang karakter dengan Enchantress juga turut membantu dalam membangun jembatan dengan film Suicide Squad pertama, apabila James Gunn memutuskan untuk tidak sepenuhnya berpaling dari peristiwa yang terjadi di film itu.

Siapapun yang menonton Riverdale tentu setuju dengan bakat yang jelas dan intensitas membara yang gelap dari Camila Mendes, yang berperan sebagai Veronica Lodge, dan dia dapat mengisi peran Nightshade dengan mudah. Aktris muda ini sedang naik daun, dan sebuah peran dalam sekuel Suicide Squad yang sangat diantisipasi ini bisa menjadi batu loncatan yang dibutuhkan untuk membawa karir aktingnya ke tingkat selanjutnya.


DONALD GLOVER AS MERLYN


Setiap tim superhero harus memiliki seorang pemanah - Hawkeye di The Avengers, Green Arrow di Justice League - dan seharusnya begitu juga dengan Suicide Squad. Mereka juga membutuhkan seseorang yang dingin, sinis, sekaligus lucu, terutama jika Jai Courtney tidak akan kembali sebagai Captain Boomerang.

Kandidat utama untuk peran serupa dalam tim ini adalah musuh utama Green Arrow, Merlyn - the Dark Archer. Seorang penembak jitu yang setara dengan Oliver Queen dalam segala hal, bersekutu dengan League of Assassins, Merlyn membuka kesempatan bagi aktor yang tepat untuk datang dan secara efektif menggambarkan tingkahnya yang sombong, tetapi juga memiliki fisik sempurna. Memperkenalkan Merlyn juga akan menjadi berkah bagi para penggemar karena membuka jalan bagi Green Arrow untuk hadir di layar lebar - mungkin dengan menggabungkan film jadul Supermax yang tidak ada perkemnbangan dengan sekuel Squad masa depan.

Donald Glover, yang sedang berada di puncak karirnya berkat penampilannya yang mencuri perhatian sebagai Lando Calrissian dalam Solo: A Star Wars Story dan serial FX Atlanta, akan menjadi pilihan yang sangat menyenangkan untuk peran tersebut. Tidak jelas apakah dirinya akan tertarik memainkan pemeran pendukung seperti Merlyn, tetapi tidak perlu diragukan jika dia akan sangat menghidupkan karakter berkat kepribadiannya yang menawan, lucu, dan tampan yang esoterik.


STERLING K. BROWN AS BLACK HAND


Setiap skuad yang baik tentu membutuhkan penjahat yang pantas untuk dilawan, dan pilihan yang tepat adalah penjahat abadi Green Lantern, Black Hand. Selalu terpesona dengan kematian sejak kecil, William Hand tumbuh menjadi penjahat yang dikenal sebagai 'Black Hand' - julukan yang dipilih untuk mewakili statusnya sebagai 'kambing hitam' keluarganya, yang menjalankan kantor autopsi - memiliki perangkat yang menerap kekuatan dari cincin Green Lantern, memungkinkan dirinya membuat proyeksi yang sama dari ciptaannya sendiri dari kegelapan.

Hand kemudian akan mati dan terlahir kembali sebagai Black Lantern, membuka jalan untuk peristiwa 'Blackest Night' di tahun 2009. Dia mengelilingi alam semesta DC untuk membangkitkan pahlawan dan penjahat yang sudah mati, semua dibawah kekuasaannya - dan penguasa gelap Nekron - thrall.

Sebuah karakter yang sangat terobsesi dengan kematian tentu menjadi musuh yang pas bagi Task Force X, mengingat mereka tidak hanya berhadapan dengan kematian dalam setiap misinya, tetapi memang sudah diperkirakan akan mati. Black Hand akan melahirkan kesempatan bagi Suicide Squad untuk dihadapkan langsung dengan kematian mereka sendiri, bahkan menggoda mereka kedalam kehidupan kekal, mengajukan pertanyaan seperti 'mengapa risiko bunuh diri, ketika saya dapat membebaskan Anda dari kematian?'. Secara tematis, tidak ada yang lebih cocok selain Black Hand sebagai penjahat.

Memperkenalkan Black Hand juga membuka jalan untuk film Green Lantern Corps yang memang sudah direncanakan, dan James Gunn akan menjadi pilihan yang mudah sebagai penulis naskah sekaligus sutradara, mengingat sejarahnya dengan pahlawan luar angkasa penyelamat alam semesta. Jika DC ingin terus menghubungkan film mereka, Suicide Squad 2 akan menjadi batu loncatan yang bagus.

Sterling K. Brown, yang baru saja berperan sebagai penjahat yang menyenangkan dalam The Predator dan serial terkenal This Is Us, memiliki kepingan yang menjengkelkan dan halus untuk memainkan penjahat gelap seperti Black Hand. Brown sedang berada dalam puncak karirnya, dan melihat dari keceriaan dirinya tampil dalam The Predator, tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak peran supervillain DC Comics. Baru-baru ini dia menyatakan minatnya bermain sebagai John Stewart Green Lantern, jadi mari kita asumsikan bermain sebagai orang jahat adalah pilihan keduanya.

No comments

Post a Comment