(Review) Triple Frontier

No comments
Sederet nama-nama besar bersatu didepan kamera dan sekaligus dibelakang layar untuk thriller pencurian "Triple Frontier". Ini terasa seperti versi muda dari Schwarzenegger, Stallone, dan Willis berkumpul dan membuat [film] mereka sendiri, namun dengan lebih sedikit humor dan sadisme. Hanya saja hasil akhirnya kurang sesuai harapan.



PLOT: Lima mantan tentara (Ben Affleck, Oscar Isaac, Charlie Hunnam, GArrett Hedlund, dan Pedro Pascal) berkumpul kembali untuk merampok seorang gembong narkoba Amerika Selatan yang sangat kaya.

REVIEW: TRIPLE FRONTIER adalah proyek yang sudah berulang kali hampir terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dimana banyak nama seperti Kathryin Bigelow, Johnny Depp, Tom Hanks, Channing Tatum, Tom Hardy, Mahershala Ali, Mark Wahlberg, dll sempat dikaitkan. Dengan naskah yang ditulis oleh Mark Boal, film ini akhirnya dibuat setelah J.C Chandor dan Netflix ikut terlibat kedalamnya. Tentu saja, ini adalah tipe film yang mengandalkan nama besar, film action dewasa yang hanya dapat diakses lewat layanan streaming, padahal jika dibuat pada tahun-tahun sebelumnya tentu dapat menjadi properti komersil yang besar. Betapa zaman telah berubah.

Dalam banyak hal, film ini terasa seperti THE TREASURE OF SIERRA MADRE yang dibuat pada abad ke-21, hanya saja ini bukan memburu emas, tetapi sekelompok mantan tentara yang mengandalkan ketrampilannya untuk memperkaya diri sebelum semuanya terlambat. Seperti film tersebut, film ini juga menunjukkan seberapa cepat kode moral Anda dapat berubah ketika ada harta tak terhingga didepan mata, hanya untuk menyadari bahwa logistik dari semua itu menjadi satu-satunya elemen yang tidak dapat diatasi.


(Review) Triple Frontier

Triple Frontier adalah film action yang dilakukan dalam skala besar, dan layak disandingkan dengan film studio beranggaran besar. Seperti yang semakin sering terjadi, batas antara apa yang diklasifikasikan sebagai film bioskop dan bukan semakin buram saat ini, dan sulit untuk mempercayai bahwa film ini tidak dirilis di bioskop.

Para pemerannya tepat sasaran, dan yang mengesankan adalah kelompok ini benar-benar terasa nyata, dengan kelima bintang-nya berbagi kedudukan yang sama. Oscar Isaac mungkin bisa dianggap sebagai pemimpin jika berdasarkan dari karakternya yang memulai semuanya, tetapi tidak ada satupun yang lebih menonjol ketimbang yang lain. Meskipun minim eksposisi karakter, by-play antara unit cukup efektif sehingga Anda memiliki pandangan yang kuat tentang masing-masing karakter - selama Anda memperhatikan.

Ini adalah film action pertamanya dan meskipun lebih memilih realisme daripada action yang terlalu digembar-gemborkan, justru terasa efektif. Adegan kecelakaan helikopter di pertengahan film adalah sebuah set yang menonjol, dengan lokasi syuting di Amerika Selatan membuat film ini terlihat sangat khas. Saya pribadi sangat tertarik dengan fakta bahwa masalah besar yang mereka hadapi adalah logistik untuk membawa uang tunai $ 250 juta melalui hutan, dan terus-menerus dihadapkan pada satu pertanyaan besar - apakah uang yang tersisa senilai dengan resiko mempertaruhkan nyawa ?


(Review) Triple Frontier

Bagi Redfly yang putus asa (diperankan oleh Ben Affleck), jawabannya adalah ya, ia merupakan anggota kelompok yang tidak ragu untuk menarik pelatuk jika uang menjadi taruhannya. Affleck terlihat berisi dan tidak dalam kondisi fisik terbaik disini, tetapi itu justru sempurna untuk perannya, karena ia adalah seorang veteran. Oscar Isaac adalah otak dari kelompok ini, ia mempunyai seorang intel wanita untuk melakukan penyelidikan, sementara Pedro Pascal adalah pilot handal yang kehilangan lisensi untuk terbang dan tidak mungkin mendapatkan kembali setelah terlibat dalam masalah besar karena insiden kokain yang menjeratnya. Terakhir, Charlie Hunnam adalah anggota yang paling masuk akal dan hanya ingin menjalankan tugas sederhana get in and get out, sementara Garrett Hedlund merupakan petarung MMA sekaligus otot dari kelompok ini. Kelima orang ini benar-benar sempurna dalam perannya, terutama Hedlund dan Hunnam yang secara mengejutkan justru sangat menonjol, mengingat dengan siapa mereka berhadapan.

Di lain waktu, TRIPLE FRONTIER mungkin menjadi film beranggaran $100 juta dan diarahkan Jerry Cruckheimer, tetapi di era ini, film ini hanya ada di Netflix. Langkah ini jelas merupakan upaya komersil yang berani bagi layanan streaming, dan tentunya Anda harus mencobanya, meskipun jika genre ini bukan favorit Anda. Ini adalah salah satu film mainstream terbaik di tahun 2019 sejauh ini.



No comments

Post a Comment