Rotten Tomatoes Harus Punya Sistem Verifikasi yang Lebih Ketat

No comments
Rotten Tomatoes Harus Punya Sistem Verifikasi yang Lebih Ketat

Rotten Tomatoes mungkin memerlukan proses verifikasi yang lebih ketat untuk memerangi troll. Situs review berbasis web yang populer itu telah berkembang menjadi pusat ulasan penonton dan kritikus terhadap film sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1998. Dengan jumlah pengunjung unik dari seluruh dunia setiap bulannya yang mencapai 26 juta , situs ini telah menjadi pemberhentian utama bagi banyak orang sebelum dan sesudah rilis film.

Seiring dengan semakin populernya situs ini, tidak aneh jika mereka memiliki jumlah pendukung dan pencela yang merata. Dalam beberapa tahun terakhir, filmmaker Hollywood terkenal seperti Martin Scorsese dengan lancang  menyuarakan efek merugikan dari situs review tersebut dan metode pengupasan filmnya menjadi dua status, baik atau buruk. Selain itu, Rotten Tomatoes juga menemukan dirinya di tengah perdebatan mengenai troll yang membanjiri situs beberapa hari menjelang rilis film yang mereka tidak suka dan mengulasnya secara negatif.

Faktanya, troll Rotten Tomatoes menjadi sangat menjengkelkan jelang rilis Captain Marvel sampai situs itu sendiri harus mengubah kebijakannya, melarang pengguna untuk mengomentari film sebelum rilis. Saat ini, menurut THR, representatif Rotten Tomatoes mengatakan bahwa restriksi yang lebih ketat - termasuk membuat pengguna harus memverifikasi bahwa mereka telah menonton film sebelum mengulasnya - perlu diterapkan.


Rotten Tomatoes Harus Punya Sistem Verifikasi yang Lebih Ketat

Insiden Captain Marvel, dimana gerombolan troll menyerang situs karena gender protagonis-nya, ternyata bukan yang pertama kali bagi Rotten Tomatoes. Perjuangan di masa lalu melawan troll yang lebih tertarik pada gender atau warna kulit ketimbang filmnya sendiri juga pernah terjadi dengan reboot Ghostbusters yang diperankan para wanita, serta film-film seperti Black Panther dan Star Wars: The Last Jedi. Terlihat dengan jelas rasa frustrasi yang dirasakan Rotten Tomatoes dan penggemar film, meskipun sejauh ini, Rotten Tomatoes belum memberikan indikasi seperti apa system baru, troll-proof mereka atau bagaimana fungsinya. Fandango, perusahaan induk yang memiliki Rotten Tomatoes, jelas memahami kebutuhkan untuk mengakhiri masalah ini dan tampaknya bertekad untuk menemukan solusi yang tepat.

Apapun pendapat yang berlaku tentang Rotten Tomatoes dan metode agregat pengulasan filmnya, penting untuk mecegah para troll masuk kedalam isu-isu yang tidak menjadi perhatian mereka. Mengingat ini adalah perdebatan tentang situs terkait film, jelas bahwa bioskop dan penonton film kasual harus dapat mengakses ulasan murni dari film apapun yang mereka pilih. Jika menilik lebih dalam, ini adalah kasus antara mereka yang menikmati film versus mereka yang tidak. Jika situs ulasan film seperti Rotten Tomatoes harus mengambil langkah-langkah yang lebih ketat untuk memastikan ulasan tersebut selalu ada bagi mereka yang benar-benar peduli dengan media film, maka lakukanlah.

No comments

Post a Comment